• Latest
  • Trending

Reaktualisasi Pencaksilat di Indonesia (Bagian Satu)

8 September 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Reaktualisasi Pencaksilat di Indonesia (Bagian Satu)

Bagus Dilla Jurnalis Bagus Dilla
8 September 2022
in Pendidikan dan Wisata
Reading Time: 2 mins read
A A

Begitu pentingnya arti pencaksilat dalam pandangan seorang Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, 1940-2009) sehingga ia bercita cita untuk menulis novel tentang silat. Pandangan tersebut memang wajar, karena pencaksilat menyimpan kandungan budaya yang sangat tinggi. Pencaksilat mungkin hanya seni beladiri Kung Fu yang mampu menandinginya.

Ibarat tasawuf, pencaksilat adalah bersifat praktis. Hanya beberapa jurus yang menjadi fondasi atau kuda kuda sebagai pijakan dasar secara teoretik, selebihnya adalah kreasi, pengembangan, intuisi, reflek, dan alami. Dari segi kealamian ini, seorang master atau guru silat hanya memerlukan kepekaan dan intuisi yang tajam dalam melakukan serangan serangan dan pertahanan pertahanan.

ArtikelLainnya

MTs Madrasatul Quran Tebuireng Fasilitasi FASTA Gratis

11 Oktober 2022
0

Pencaksilat di Pesantren sebagai Sumber Kekerasan?

16 September 2022
0

Pentingnya Menghafal dalam Belajar

13 September 2022
0

Perdikan, Kerangka Budaya Kaum Santri

6 September 2022
0
Load More

Pencaksilat, meskipun mulai kurang diminati oleh masyarakat umum, namun menjadi materi wajib untuk dipelajari oleh kalangan tentara. Keunggulan pencaksilat ini yang dipercaya telah mengangkat pamor TNI tidak mudah dikalahkan oleh tentara tentara suku-bangsa lain yang hanya mengandalkan kecanggihan kecanggihan teknologi.

Keunikan pencaksilat ini yang masih sulit diterima oleh dunia internasional. Sebab, pencaksilat tidak hanya mengandalkan ketangguhan gerakan fisik semata, lebih dari itu, pencaksilat juga melibatkan intuisi dan keyakinan.

Untuk melakukan reaktualisasi pencaksilat belakangan ini agar tidak terlalu jauh meresahkan masyarakat sehingga asing bagi generasi muda Indonesia, maka sebaiknya ditelaah terlebih dahulu akar sejarah dan fondasi spiritnya, tarekat.

Tarekat dalam Tradisi Islam Nusantara

Pencaksilat bisa dikatakan salah satu cabang tasawuf praktis berupa tarekat. Melalui pencaksilat, zikir diimplementasikan ke dalam gerakan gerakan tubuh. Dari gerakan gerakan tubuh tersebut melahirkan keindahan. Dan, keindahan keindahan tersebut mewujud ke dalam perilaku sehari hari yang dikenal dengan sebutan akhlak. Jadi, orang yang mengenal pencaksilat dengan baik, maka ia juga mengenal perilaku dan akhlak yang mulia.

Tarekat atau thariqah dengan demikian semata tidak dipahami sebatas zikir semata, baik sendirian maupun di dalam mejelis, lebih jauh tarekat adalah implementasi dan cerminan buah hasil dari zikir tersebut.

Akar sejarah pesantren yang tumbuh dari rahim masyarakat dengan sendiri tidak bisa terlepas dari ruamg dan waktu (circumtence). Sehingga aktivitas aktivitas kebudayaan bermula dari sini, terutama tarekat.

Namun demikian, pengertian tarekat di kalangan pesantren sendiri lebih dipahami sebagai sebuah organisasi kelompok yang mengikuti ajaran ulama tertentu. Kelompok kelompok ini mendirikan sebuah aliran sendiri yang dinisbatkan kepada pendirinya, seperti tarekat Qadiriyah yang dinisbatkan kepada Syekh Abdul Qadir Al Jilani atau tarekat Naqsyabandiyah yang dinisbatkan kepada Syekh Bahauddin Al Naqsyabandi. Belakangan, pengertian tarekat diperluas kepada pribadi yang mengamalkan satu amalan tertentu (mulazamah), seperti Hadratusyekh KHM Hasyim Asy’ari yang mengajarkan dan mengamalkan kitab kitab hadis Al Bukhari dan Muslim. Dalam artian ini, seorang penulis (muallif) bisa dikatakan sebagai pelaku tarekat dengan menjalani proses proses pengetahuan dan meningkatkan kemampuannya, baik secara kasabi maupun hudluri.

Di dalam tarekat, ilmu di dalam pengertiannya terbagi dua: kasabi dan kasyfi. Kasabi adalah ketika ilmu diperoleh dengan proses proses secara fisik seperti belajar dan mengajar di kelas, muthalaah sendirian atau melalui musyawarah-diskusi. Sementara kasyfi diperoleh dengan cara lebih spesifik melalui riyadlah dan mujahadah. Hudluri merupakan tingkatan seorang pelajar yang sudah dan sedang melampaui kedua proses tersebut.

Tags: Gus DurPencaksilat
Previous Post

Merubah Watak Berorganisasi Kita

SELANJUTNYA

Lie Detectors: Indonesia Darurat Orang Sakti

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

SELANJUTNYA

Lie Detectors: Indonesia Darurat Orang Sakti

Mazhab “Kepenak” KHA Musta’in Syafi’ie

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In