• Latest
  • Trending

Pencaksilat di Pesantren sebagai Sumber Kekerasan?

16 September 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Pencaksilat di Pesantren sebagai Sumber Kekerasan?

Muhammad Sakdillah Jurnalis Muhammad Sakdillah
16 September 2022
in Pendidikan dan Wisata
Reading Time: 2 mins read
A A
Foto Koleksi Tebuireng Online

Yang dijadikan alasan kekerasan bisa terjadi di pesantren atau institusi instusi lain adalah masalah senioritas. Terutama, senioritas yang menindas. Setidaknya, ini bisa dibaca pada salah satu ungguhan tulisan seorang alumni salah satu Pesantren Modern yang dimuat ulang oleh salah satu media elektonik nasional.

Pada dasarnya, semua penyimpangan (bisa juga terjadi di dalam rumah tangga) karena kurangnya komunikasi. Titik! Hanya komunikasi.

ArtikelLainnya

MTs Madrasatul Quran Tebuireng Fasilitasi FASTA Gratis

11 Oktober 2022
0

Pentingnya Menghafal dalam Belajar

13 September 2022
0

Reaktualisasi Pencaksilat di Indonesia (Bagian Satu)

8 September 2022
0

Perdikan, Kerangka Budaya Kaum Santri

6 September 2022
0
Load More

Kecenderungan pesantren pesantren modern adalah menutup diri dari lingkungan masyarakat di sekitarnya, apalagi pesantren pesantren yang mendapat support pendanaan dari luar negari. Sehingga amaliah amaliah dan tradisi masyarakat di sekitar pesantren dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

Pencaksilat berbeda dengan aksi aksi kekerasan. Kekerasan berkaitan dengan psikologi sosial. Disebabkan karena kontrol dan komunikasi sosial yang masih berjarak. Memang, tidak mudah untuk menciptakan seorang atau lembaga yang memiliki kepedulian sosial untuk melakukan pendampingan pendampingan di dalam membangun komunikasi. Adapun lembaga sosial pendidikan yang masih memiliki kepedulian sosial adalah pesantren pesantren yang selama ini dianggap terbelakang, tradisional dan Salaf. Sementara pesantren pesantren modern hampir tidak memiliki kepekaan sosial. Mereka hidup secara elit dan mengalienasi diri dari lingkungannya walau hanya sekadar untuk hadir dalam acara acara yang diselenggarakan oleh penduduk di sekitar pesantren.

Begitu pula, tawuran antarkelompok perguruan silat berlanjut hingga di jalanan dan menelan korban jiwa.

Foto koleksi Tebuireng Online

Pencaksilat merupakan tradisi ketangkasan, sama seperti jenis olahraga lainnya seperti sepakbola, bulutangkis, lari, renang, dan lain lain. Pencaksilat sering pula disebut olahkanuragan, artinya mengolah raga atau tubuh. Dari olahkanuragan tersebut, orang yang belajar pencaksilat tidak hanya dilatih fisik semata, melainkan juga emosi. Setiap pukulan memiliki arti dan takaran. Ada pukulan telak yang bisa mematikan dan ada yang hanya sekadar melumpuhkan.

Jika senioritas disalahkan, hal demikian bersifat kasuistik. Seorang senior memiliki standar di dalam melaksanakan tugas mereka. Seorang senior yang bijak, biasanya akan banyak membuka komunikasi kepada yuniornya. Sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Lagi pula, kemajuan studi seorang siswa sangat ditentukan oleh komunkasi ini.

Memang, tidak sedikit, pesantren yang masih menyelenggarakan olahkanuragan pencaksilat. Patut disyukuri, tradisi asli Indonesia demikian masih bisa dilestarikan oleh pondok pondok pesantren. Sementara di lingkungan masyarakat, tradisi pencaksilat belum tentu tetap bisa lestari. Dari pesantren pula, pencaksilat tidak sekadar hanya mengajarkan olahkanuragan, melainkan memperkuat spiritual. Bagaimanapun pencaksilat dapat menjadi wahana di dalam mengembangkan spiritual, karena memiliki filosofi yang unik.

Tags: Pencaksilat
Previous Post

Tradisional di Sana, Modern di Sini

SELANJUTNYA

Memang Seharusnya Pancasila Menjadi Ideologi Terbuka

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

SELANJUTNYA

Memang Seharusnya Pancasila Menjadi Ideologi Terbuka

Perempuan di Mata Kaum Pribumi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In