• Latest
  • Trending

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022

Mengapa Islam Menjadi Agama bagi Mayoritas Manusia di Nusantara?

19 November 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
10 Maret 2023
in Berita Khusus
Reading Time: 3 mins read
A A

Judul : Sebuah Biografi KH Ahmad Musta’in Syafi’ie

ArtikelLainnya

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023
0

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023
0

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023
0

Kebahagiaan Maulid Nabi Dan Wujud Syukur Shiddiqiyyah Sebagai Bangsa Indonesia

13 Oktober 2022
0
Load More

Pengantar : M. Alaika Salamulloh

Penulis : M Junaidi

Cover : Ismail

No. ISBN : 9786025176649

Penerbit : Alfa Media Insani

Tahun terbit : 2023

Halaman : xi + 121

Kategori : Biografi-Metodologi-Tafsir

Pemesanan via WA : +62 877-2855-6301

 

Bagi KHA Musta’in Syafi’ie, menafsirkan Al Quran tidak sekadar memindahkan pendapat pendapat secara tertib akademis dari argumentasi ulama ulama tafsir terdahulu, melainkan yang lebih esensial adalah memanusiakan teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual. Hal ini diperjelas oleh Moh. Alaika Salamulloh dalam “Pengantar”nya pada buku Sebuah Biografi KH Ahmad Musta’in Syafi’ie. Bagi Gus Alex, demikian nama panggilannya, “Sebagai ulama, Kiai Ahmad Mustain tentu tabahhur dalam bidang ilmu tafsir. Penguasaan terhadap kitab kitab tafsir tak perlu diragukan. Sebelum menyajikan Tafsir Al-Quran Aktual, mesti beliau sudah menelaah beragam khazanah tafsir, dari yang klasik hingga modern. Meski begitu, beliau enggan kalau hanya mereproduksi penafsiran mufassir lain. Beliau tidak ingin ada pengulang ulangan penafsiran. Butuh pemahaman susastra yang leih manusiawi. Memanusiakan teks Al Quran. Pembacaan para ulama terhadap Al Quran dijadikan sebagai pembanding dan pijakan untuk memproduksi tafsir sendiri yang khas beliau. Sebuah tafsir yang baru dan aktual. Tafsir yang kontekstual dan membumi dengan kondisi saat ini. Tafsir yang bisa menjawab problem problem zaman.”

Argumentasi Gus Alex tentang memanusiakan teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual tersebut cukup beralasan agar sebuah tafsir dapat terimplementasi ke dalam hidup nyata, meskipun tak jarang terdapat bias ideologis di dalamnya. Kendati demikian, bias ideologis tersebut dapat dibaca secara lebih arif dan manusiawi. Sebuah tantangan bagi seorang mufasir agar tidak terjebak pada sentimentil sikap. Justru, dengan ideologi tersebut, seorang mufasir yang terikat pada ruang dan waktu tertentu dalam style dan gayanya memerlukan sebuah “kesadaran pembacaan”. Dari memori memori sederhana pembacanya.

Di samping itu, menjadi seorang kiai di Indonesia memerlukan kejeniusan tersendiri. Di dalam memanusiakan teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual tersebut, Kiai Ahmad Musta’in mampu berpikir nyeleneh dan tak terpikirkan oleh khalayak, bahkan mufasir Al Quran pada umumnya. Kejeniusan Kiai Ahmad Musta’in tersebut dipertegas oleh Gus Alex di dalam buku ini.

Oleh karena itu, pendekatan susastra sudah saatnya dibaca dari berbagai aspek keilmuan seperti sosiologi, fenomenologi, antropologi, linguistik, dan lain lain. Begitu pula dengan tafsir Al Quran. Tafsir susastra Kiai Ahmad Musta’in menjadi fenomena menarik karena lahir dari rahim intelektual yang penuh dengan kemajuan intelektualitas, tapi mengandung susastra yang tak kalah baiknya.

Sebagaimana diketahui, Tafsir Al Quran Aktual sebagai wujud penafsiran yang lahir dari latar intelektual Kiai Ahmad Musta’in dalam lingkungan sastra Tebuireng yang mengikat.

Kiai Ahmad Musta’in memiliki latar belakang pendidikan yang tidak mewah selayaknya kaum intelektual kebanyakan. Ia hanya menimba ilmu tidak jauh dari kampung halaman, kemudian hijrah ke Madiun dan Tebuireng. Paling jauh ketika ia menyelesaikan strata pendidikan S2 dan S3 di Yogyakarta. Buku ini disajikan sebagai pintu pembuka bagi tafsir sastrawi yang dikembangkan oleh Kiai Ahmad Musta’in yang memerlukan landasan landasan metodologis dan pendekatan bagi para peneliti.

Fenomena Tafsir Al Quran Aktual sebagai “wiridan” Kiai Ahmad Musta’in yang secara berkala terbit di media massa dan mimbar mimbar khutbah merupakan ungkapan diri pribadi dalam kerangka pribadi ketika menghadapi realitas pada masanya. Meskipun, dalam pandangan tafsirnya, Kiai Ahmad Musta’in senantiasa membuka dengan pendapat pendapat mazhab dan tipologi akademik. Secara logis, Kiai Ahmad Musta’in juga berpegang pada pendapat pendapat mayoritas (jumhur) ulama. Tidak nyeleneh. Namun, ada greget dari pendapat pendapat kontekstual yang dimunculkan dalam tafsir susastra Kiai Ahmad Musta’in secara unik dan genetik. Apa yang dipikirkan sangat “genuine” (jenius) dengan membawa pesan pesan problem solving.

Tags: memanusiakan teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual
Previous Post

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

SELANJUTNYA

100 Hari Wafat Remy Sylado

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

100 Hari Wafat Remy Sylado

Puisi Puisi Hasyim Wahid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In