• Latest
  • Trending

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022

Mengapa Islam Menjadi Agama bagi Mayoritas Manusia di Nusantara?

19 November 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

100 Hari Wafat Remy Sylado

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
19 Maret 2023
in Berita Khusus
Reading Time: 2 mins read
A A

Hari yang indah. Dapat berjumpa kalangan penyair. Sebutan bagi penggiat puisi di Indonesia. Mereka muncul dalam karakter dan corak pakaian yang berwarna warni. Itu memiliki kecirian khas yang bersifat personal.

Berjumpa Sutardji Calzoum Bachri (SCB), 18/3/2023, hingga terlibat dalam larut diskusi tengah malam. Bercerita sebentar tentang Remy Sylado.
Dalam ceritanya, sosok Remy memiliki performa remaja yang “nakal” pada zamannya. Setelah tidak selesai menjadi pendeta yang baik, Remy menjadi sering hidup di jalanan yang tidak jarang terlibat dalam perkelahian antargeng. Ia memiliki banyak pacar dan senantiasa berpakaian rapi yang ia pesan sendiri. Mulai dari sepatu hingga baju dan aksesoris, Remy menempa sendiri. Tidak pasaran dan seragam selayak umumnya orang Indonesia. Pakaiannya dipesan khusus.
Pergaulan dari dunia “nakal” tersebut telah membawa dirinya untuk mengetahui banyak hal. Dari ilmu selama pendidikan pendeta yang tidak tuntas, ia memiliki bekal untuk mengetahui banyak hal pengalaman budaya dan agama. Sehingga puisi puisinya tidak monoton dan penuh ekspresi yang serius selayak deklamasi. Sentilan sentilan subtil dan jenaka terkesan lucu dan menghibur. Banyak penggemar. Dan, sedikit membawa pemirsanya pada arus yang serius. Tertawanya terlambat, karena harus mikir terlebih dahulu untuk tertawa.
Banyak karya, dari novel dan puisi. Sepertinya, ia memang khusus menyelami jalan hidup demikian. Tidak pernah terlibat pada bidang politik yang lebih menjanjikan secara prestise misalnya.
Lagi lagi pengalaman yang indah meskipun ruangan di lantai 4 PDS yang baru itu tidak cukup penuh sesak oleh pengunjung. Namun, setidaknya dapat menjadi saksi jalan kedamaian yang ditempuh Remy. Dia mungkin tersenyum atau tetap jenaka seperti puisi puisinya.
40 puisi Remy dibaca secara maraton oleh Jose Rizal Manua. Disimak baik baik baik tanpa jeda dengan penuh wajah antusias dan terkesima. Tak terasa, acara yang digelar dari pukul 16.00 tersebut berakhir hingga pukul 18.00. Tepat, Maghrib.

ArtikelLainnya

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023
0

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023
0

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023
0

Kebahagiaan Maulid Nabi Dan Wujud Syukur Shiddiqiyyah Sebagai Bangsa Indonesia

13 Oktober 2022
0
Load More

Malam Minggu yang bersalin. Taman Ismail Marzuki (TIM) masih saja rapi oleh pengunjung pengunjung muda. Sementara yang tetap tenang, ruang gembira.

Tags: 100 Hari Wafat Remy Sylado
Previous Post

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

SELANJUTNYA

Puisi Puisi Hasyim Wahid

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Puisi Puisi Hasyim Wahid

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In