• Latest
  • Trending

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022

Mengapa Islam Menjadi Agama bagi Mayoritas Manusia di Nusantara?

19 November 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
28 Februari 2023
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A

Harga kemanusiaan diancam dalam segala lini. Mulai dari perang besar yang tak berkesudahan akibat jual beli senjata, hingga ruang ruang sempit penjaja diri. Oleh karenanya, antara sastra dan kemanusiaan tidak dapat dipisahkan. Keduanya, baik tertulis ke dalam rupa simbol bunyi maupun tidak sudah diajarkan sejak lahir kepada bayi bayi di mayapada. Jadi, dari kata untuk manusia dalam ruang rindu Rara menjadi pilihan untuk memahami hakikat kata dan sastra sebenarnya. Tentu, bukan dalam arti kata dan sastra yang sempit.

Rara Gendis memulai karir sebagai wartawati di berbagai media massa di ibukota Jakarta. Sebagai anak tentara, ia memiliki keberanian cukup untuk meliput dalam rintangan bahaya.

ArtikelLainnya

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023
0

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

19 September 2022
0

Tradisional di Sana, Modern di Sini

14 September 2022
0

Merubah Watak Berorganisasi Kita

7 September 2022
0
Load More

Menata Hidup Bahagia

Di hari hari yang mulai menjemukan, Rara mulai menata hidup sehat secara mental dan bahagia tentunya. Ada banyak wanita yang produktif tidak bisa bercerita tentang dirinya sendiri. Bahkan, tenggelam dalam kerancuan kerancuan seksualitas. Dari kata untuk manusia dalam ruang rindu Rara menjadi satu tema panjang yang belum bisa dikatakan akhir. Hal tersebut menjadi inspirasinya untuk mendirikan sebuah yayasan bersama teman teman yang sudah menginjak usia senja atau mengisi masa masa pensiun dari pekerjaan rutin. Yayasan tersebut diberi nama Yayasan Bunga Setaman Foundation yang memiliki orientasi sastra dan kemanusiaan. Berangkat dari kata untuk manusia dalam ruang rindu Rara, ia akan menorehkan banyak cerita yang kaya perspektif. Sebagai impiannya dalam mewujudkan masa senja yang tetap produktif, bahagia, dan berbagi untuk sesama.

Pada awalnya, dari kata untuk manusia dalam ruang rindu Rara adalah untuk menyuarakan aktivitas aktivitas yang setiap hari menjadi bagian tak terpisahkan dari manusia. Di satu sisi, kata bisa menjadi inspirasi, sementara menjadi aksi nyata pada sisi yang lain. Sehingga dapat menjadi rangkaian rangkaian yang berlanjut, terutama pengalaman dalam ruang yang kelak bakal menjadi inspirasi bagi kalangan generasi.

Perempuan Sastra

Wanita inspiratif sedang digagas oleh Rara. Ada banyak perempuan perempuan produktif di bidang sastra misalnya. Namun, masih kalah jumlah kepopuleran mereka daripada sastrawan sastrawan laki laki, dalam banyak objek lukisan dan cerita sering wanita/perempuan hanya sebagai pelengkap saja. Bukan pada perannya sebagai subjek. Padahal, perempuan seperti Nyi Ageng Serang, Tribuwana Tungga dewi, Suhita, maupun Sang Sima adalah deretan wanita/perempuan hebat. Di antara ruang rindu Rara adalah sejumput kenangan terhadap kebangkitan sastra wanita/perempuan itu. Ketika wanita/perempuan memiliki peran yang tidak bisa dipandang remeh.

Tags: dari kata untuk manusia dalam ruang rindu Rara
Previous Post

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

SELANJUTNYA

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In