• Latest
  • Trending

Lie Detectors: Indonesia Darurat Orang Sakti

9 September 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Lie Detectors: Indonesia Darurat Orang Sakti

Redaksi Jurnalis Redaksi
9 September 2022
in Berita Umum
Reading Time: 2 mins read
A A

Seorang teman santri mengeluh, betapa susah menepis kebohongan? Dia bercerita kalau setiap hendak sowan kepada seorang kiai sepuh akan merasa sangat khawatir: semua keburukannya akan “terbaca”. Sehingga ia senantiasa menghindar apabila diajak sowan.

Karena Datang Terlambat

Keluhan sang teman itu bukan suatu kebetulan belaka. Ada pengalaman yang benar benar terjadi sehingga ia begitu yakin.

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024
0

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023
0

Islam Mengajarkan Budaya Berpakaian dan Emas Kawin

1 November 2022
0

Presiden yang Memahami Keadilan dan Kemakmuran

28 Oktober 2022
0
Load More

Dikisahkan, ketika ia masih mesantren di sebuah pondok pesantren, ia mendapat giliran setoran. Istilah setoran ini sebuah kewajiban seorang santri untuk menghadap kepada kiai, gurunya, untuk mentashihkan bacaan Al Qurannya atau sorogan bacaan kitabnya. Pada acara tatap muka itu, setiap santri akan dibenarkan bacaannya ketika menalar Al Quran atau tulisan tulisan Arab Gundul yang tertera di kitab kuning di tangannya.

Syahdan, sang teman datang terlambat. Ia agak tergopoh karena teman temannya yang lain sudah duduk melingkari sang guru, siap siap untuk setoran. Ia sempat celingukan mencari cari posisi tempat duduk yang sudah penuh itu. Iapun kemudian menyelip di sela sela himpitan paha temannya.

Sang guru yang sudah sedia duduk di kursi itu sudah sangat sepuh dan cukup lama menderita sakit. Ditambah pandangannya yang mulai kurang awas. “Kamu yang datang terlambat, sholat Isya dulu!” ujar sang guru, tiba tiba.

Laksana tersambar petir, sang teman yang belum sholat Isya itupun kaget. Semua mata tiba tiba tertuju padanya. Kemudian, tertunduk takzim.

Kebeningan Hati

Cerita tersebut bukan sekali dua dapat didengar dari orang orang yang berbeda. Kejadian serupa memang sering terjadi. Dan, sudah umum.

Orang Jawa menyebutnya “kewaskitaan”. Atau, weruh sak durunge winarah. Ungkapan yang lazim didengar. Memang, tidak banyak dijumpai orang yang memiliki anugerah demikian, jika tidak benar benar menjaga kebersihan dan kebeningan hati. Itu pertama, kebersihan lahirnya juga diperlukan seperti tetap menjaga wudu agar tak batal. Kelebihan tersebut tidak saja berupa pandangan yang awas, melainkan juga dari indera penciuman yang tajam.

Di dalam biografi KH Abdul Djalil Mustaqim Tulungagung diceritakan, suatu ketika ia kedatangan tamu banyak sekali. Tapi, ada seorang yang membuatnya tidak betah sehingga muntah muntah. Guru tarekat itu dikenal memiliki banyak kelebihan. Dari penciumannya yang tajam, ia dapat mendeteksi satu persatu tamu yang datang. Dari mana asalnya dan apa saja perilakunya?

Memang, cerita cerita demikian tidak populer bagi kalangan akademisi, bahkan banyak yang mengingkarinya dengan dalih macam macam. Maka, tidak heran, jika kemudian muncul ketergantungan pada alat “lie detectors” yang mahal harganya. Barang yang tidak lagi dipakai oleh orang Amerika karena sifatnya sebagai mesin pengukur detak jantung. Dan, jangankan perangkat “lie detectors”, mesin pencari Google saja masih bisa dimanipulasi untuk menutupi plagiasi. Tidak percaya? Tanya pada yang biasa penulis!

Tags: Google
Previous Post

Reaktualisasi Pencaksilat di Indonesia (Bagian Satu)

SELANJUTNYA

Mazhab “Kepenak” KHA Musta’in Syafi’ie

Redaksi

Redaksi

SELANJUTNYA

Mazhab “Kepenak” KHA Musta’in Syafi’ie

Mitos 350 Tahun, Ramalan Berakhirnya Indonesia (I)?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In