• Latest
  • Trending

Islam Mengajarkan Budaya Berpakaian dan Emas Kawin

1 November 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 18 Agustus 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Islam Mengajarkan Budaya Berpakaian dan Emas Kawin

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
1 November 2022
in Berita Umum
Reading Time: 2 mins read
A A

Pada masa Raja Airalngga (990-1049 Masehi) di Kahuripan (Jawa Timur) tercatat sebagian penduduknya sudah melangsungkan perkawinan dengan menggunakan emas kawin. Sebagaimana emas kawin secara historis merupakan tradisi umat Islam, terutama suku-bangsa Arab. Dan, terlepas dari pembahasan “jual beli perkawinan” dan cara berpakaian suku-bangsa Arab karena faktor alam dan lingkungan yang melatarinya setidaknya Islam mengajarkan budaya berpakaian dan emas kawin.

Potret studio seorang gadis dari Makassar, Sulawesi Selatan, Ca.1920. Nederlands Foto Museum. @potret.sejarahindonesia

Kontes Kecantikan

Tujuan dari kontes kecantikan bagi kaum wanita setidaknya adalah untuk menonjolkan feminisme dan keunggulan intelektual. Tujuan ini bersesuaian dengan hasrat kaum wanita untuk tampil lebih menawan dan memiliki keunggulan keunggulan bila dibandingkan dengan kaum lelaki. Sehingga wanita bagi kalangan masyarakat Indonesia tidak hanya dipandang sebatas kanca wingking. Manak, macak, dan masak. Wanita pada dasarnya seimbang (relasi gender) dengan kaum lelaki yang memiliki intelektualitas dan integritas sehingga memerlukan tampilan tampilan “fashionable”.

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024
0

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023
0

Presiden yang Memahami Keadilan dan Kemakmuran

28 Oktober 2022
0

Zakat Sebagai Problem Solving Menghadapi Krisis

24 Oktober 2022
0
Load More

Di dalam sejarah manusia, wanita lebih sering dipandang sebagai objek atau komoditas, baik secara lebih halus sebagai budaya maupun secara ekstrim sebagai budak belian. Sebagai objek dan komidtas, wanita sering ditampilkan selayak benda benda pajangan dengan penuh pesona, bahkan dipamerkan dalam upacara upacara resmi kenegaraan. Bagai perhiasan, wanita sering dipilih yang terbaik wajah dan penampilannya. Pada tradisi jual beli manusia, wanita sering pula dipajang di panggung panggung untuk dicari pembelinya. Pada pajangan ini, wanita diperintahkan untuk menampilkan sisi sisi sensualitas tubuh dan sosok maskulinitas pada dirinya. Pada sisi ini, telah tertoreh di panggung panggung sejarah pada masa lalu secara ekstrim.

Pada abad ke-19, gaya wanita Nusantara masih banyak yang tidak mengenakan pakaian yang menutup anggota tubuh secara utuh. Namun, Islam mengajarkan budaya berpakaian dan emas kawin. Sebagian suku-bangsa Nusantara yang telah mengenal Islam berangsur angsur merekondisikan gaya berpakaian. Dapat dibayangkan, pada masa lalu, pakaian minim adalah bagian dari keterbatasan keterbatasan budaya dan tradisi.

Mispersepsi Emas Kawin

Budaya manusia hidup dari tradisi. Setiap saat terus berkembang untuk mencari sisi sisi terbaik. Tradisi berpakaian di Arab mungkin didorong oleh kondisi alam yang terlalu dingin atau terlalu panas sehingga mereka berpakaian lebih ketat dengan menutup sekujur tubuh. Sementara masyarakat di Nusantara dikatakan hampir tidak menutup tubuh mereka karena juga faktor alam. Begitu pula, pada praktik praktik perbudakan, wanita dipandang sebagai komoditas yang memiliki nilai dan harga tertentu. Maka wajar, jika kemudian di dalam hadis hadis Rasulullah saw dalam bab “munakahat” lebih dikenal istilah “mahar” yang bersifat transaksional daripada redaksi kata “shidqun/shoduqat” yang digunakan di dalam Al Quran.

Di dalam Al Quran, menurut KHA Musta’in Syafi’ie, redaksi kata “shidqun” lebih mengekspresikan penghargaan Islam terhadap kaum wanita. Karena, “shidqun” atau mas kawin tersebut merupakan pemberian dengan ketulusan (nihlah), bukan karena besarnya nilai atau harga. Sehingga dalam praktik praktik perkawinan parasahabat yang tidak mampu boleh menggunakan “cincin besi” atau dalam kasus Sayidina Ali ibn Abi Thalib yang menggunakan baju besi perangkat perang sebagai mas kawin. Jadi, pada dasarnya, Islam mengajarkan budaya berpakaian dan emas kawin karena tingkat penghargaan dan ketulusan yang tinggi, bukan karena faktor mahal harganya.

Tags: Islam mengajarkan budaya berpakaian dan emas kawin
Previous Post

Presiden yang Memahami Keadilan dan Kemakmuran

SELANJUTNYA

Sastra dan Pusat Peradaban di Nusantara

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Sastra dan Pusat Peradaban di Nusantara

Masa Kegelapan Datang Diganti dengan Perang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In