• Latest
  • Trending

Presiden yang Memahami Keadilan dan Kemakmuran

28 Oktober 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Presiden yang Memahami Keadilan dan Kemakmuran

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
28 Oktober 2022
in Berita Umum
Reading Time: 3 mins read
A A

Kebijakan pemerintah terhadap pengelolaan dana dana sosial, terutama zakat, sebaiknya dikembalikan kepada masyarakat lagi sehingga tidak terganggu dari sentimen dan intervensi peristiwa peristiwa politik lainnya. Menarik untuk dibicarakan adalah seperti apakah presiden yang memahami keadilan dan kemakmuran?

Keadilan dalam Menciptakan Kemakmuran (Welfare State)

Presiden yang memahami keadilan dan kemakmuran tentu harus berlatar belakang seorang santri. Pelajar pelajar dan sarjana sarjana berlatar belakang pendidikan umum tidak cukup untuk memahami tentang sejarah keadilan dan kemakmuran. Memang, kesannya sangat normatif, tapi pengalaman dapat menjadi salah satu faktor dan indikasi: keadilan dan kemakmuran tidak cukup dalam hitungan kalkulatif kalkulus, melainkan juga perlu dirasakan secara langsung kondisi masyarakat. Sementara ini, keadilan ekonomi melalui zakat dipandang masih kurang maksimal. Bahkan, untuk di beberapa daerah, zakat belum dijadikan sebagai alternatif pajak, padahal undang undangnya sudah jelas. Di sini, pemahaman antara pajak dan zakat hanya bisa dipahami oleh kalangan santri, bukan pendidikan yang berlatar belakang sekuler.

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024
0

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023
0

Islam Mengajarkan Budaya Berpakaian dan Emas Kawin

1 November 2022
0

Zakat Sebagai Problem Solving Menghadapi Krisis

24 Oktober 2022
0
Load More

Indonesia menurut Buya Said Aqil Siroj sudah banyak kalah dalam segala bidang seperti teknologi, ekonomi, perdagangan, dan lain lain. Tapi masih ada satu kemenangan; “Kita masih punya budaya,” ungkapnya. Melalui budaya inilah Indonesia masih aman, tenteram, dan damai. Melalui budaya ini pula, ketahanan ekonomi masyarakat dapat berlangsung dengan baik seperti adanya bancakan, gotong royong membangun rumah, urunan, bahkan tradisi lumbung. Konsep lumbung adalah menyimpan kebutuhan sisa dari kebutuhan kebutuhan pokok. Tidak semua kebutuhan dihabiskan secara konsumtif, melainkan disimpan jika terjadi masa sulit yang dapat melanda tanpa diperkirakan waktunya.

Konsep kemakmuran tidak bisa lagi mengikuti konsep Development yang sekarang menjadi pijakan dasar perekonomian Indonesa. Konsep kemakmuran tidak semata melihat dari aspek pertumbuhan semata. Melainkan juga kesejahteraan dan meningkatkan mutu dan daya saing bangsa, terutama dalam meningkatkan distribusi dan industri masyarakat ekonomi kecil dan menengah. Sehingga negara harus memiliki kontribusi dan regulasi yang lebih mapan dalam membangkitkan ekonomi. Tidak saja negara China dengan tingkat perdagangan yang tinggi, umat Islam sebenarnya memiliki konsep zakat yang jitu di dalam menghapus kemiskinan dan keterbelakangan.

Tujuan zakat adalah menghapus daftar kemiskinan. Pengelolaan zakat sebagai dana sosial harus bersifat mandiri, tidak masuk dalam daftar anggaran belanja negara. Pengelolaan dana zakat harus senantiasa dalam pengawasan masyarakat secara langsung, sehingga memerlukan pendampingan dan perencanaan yang terprogram.

Mengoreksi Konsep Developmentalisme

Pengelola zakat sebaiknya diambil dari santri yang visioner dan memiliki pengalaman di bidangnya. Urusan keagamaan, terutama zakat, tidak harus semata dari dalil dalil tertulis, melainkan pula realitas sosial. Selama ini, dalil tertulis selalu menjadi rujukan dalam setiap permasalahan, itu tidak salah. Tapi, ada yang lebih urgen di dalam penyelesaian masalah tersebut, melainkan juga aksi aksi nyata yang memiliki visi. Demikian pula dalam urusan pengelolaan zakat dewasa ini, mampukah lembaga lembaga zakat menghapus semua data kemiskinan? Bukankah sekarang zaman “Top Up” dan “Star Up”? Jika persoalan itu berhasil, maka barulah Indonesia mampu memimpin dunia dan membantu negara negara yang terbelakang. Menimbang presiden yang memahami keadilan dan kemakmuran diharapkan Indonesia meninggalkan konsep “Pembangunan” atau development yang tidak berimbang dengan mengabaikan keadilan ekonomi. Justru, dengan development dan pertumbuhan sebagai ujung tombaknya telah membawa Indonesia ke ranah kapitalisme global. Meminjam istilah Rizal Ramli, negara yang paling banyak hutangnya adalah negara yang paling berprestasi. Semakin tinggi hutang semakin tinggi pula pajak yang harus ditanggung. Padahal, umat Islam sebagai penduduk mayoritas warganegara Indonesia memiliki konsep zakat untuk pemerataan, keadilan, dan kemakmuran yang belum berhasil dalam pelaksanaannya. Karena, selama ini, selalu dihantam oleh konsep development tersebut.

Oleh karena itu, zakat harus diterapkan dalam konsep budaya sehingga tidak terkesan doktriner yang selama ini sering dipandang menyimpang. Pengelolaan zakat dan dana dana sosial lainnya dapat disosialisasikan melalui acara acara tradisi dan budaya. Oleh karena itu, kalangan santri, baik di masjid masjid kampung maupun pondok pesantren lebih memahami sumber sumber daya keuangan dan potensial berdaya lainnya, memiliki peranan penting dalam konteks pengendalian krisis ekonomi global. Dalam bidang zakat, kalangan santri pula yang mengalami sendiri kehidupan di dalam lingkungan mereka. Sehingga kalangan santri pula yang memiliki visi, data, dan misi yang akan dikembangkan dan dilakukan bagi keadilan dan kemakmuran masyarakat, bangsa, dan negara.

Walhasil, selama presidennya bukan dari kalangan pesantren, maka konsep development tersebut terus akan berlangsung hingga Indonesia akan kehilangan arah tujuan berlayar. Sehingga zakat harus dikelola secara benar, inovatif, dan tepat sasaran. Kemiskinan bukan semata problem problem kebutuhan pangan, sandang, dan papan saja, melainkan juga masalah pendidikan dan jaminan kesejahteraan sosial. Terutama, keadilan ekonomi.

Tags: presiden yang memahami keadilan dan kemakmuran diharapkan
Previous Post

Zakat Sebagai Problem Solving Menghadapi Krisis

SELANJUTNYA

Islam Mengajarkan Budaya Berpakaian dan Emas Kawin

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Islam Mengajarkan Budaya Berpakaian dan Emas Kawin

Sastra dan Pusat Peradaban di Nusantara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In