• Latest
  • Trending

Jamuniro: Istilah Kata yang Diberikan oleh Gus Mus

31 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Jamuniro: Istilah Kata yang Diberikan oleh Gus Mus

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
31 Agustus 2022
in Berita Umum
Reading Time: 2 mins read
A A

Bejaten-Net26.id – Kata “Jamuniro” merupakan akronim dari Jamaah muji lan niru Rasulullah saw. Semula dinaamakan Jamuro, Jamaah Muji Rasullullah saw. namun, diluruskan oleh KHA Mustofa Bisri (Gus Mus) dengan tambahan kata “niru”.(dalam bahasa indonesia berarti meniru)

Didirikan pada tanggal 20 September 2014 oleh KH Adib Zen, Jamuniro menjadi majelis yang kini berkembang dan digerakkan oleh kalangan muda desa Bejaten. Setiap selapanan Minggu/pahing, kegiatan salawat dan mauidhah menjadi rutin dilaksanakan.

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024
0

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023
0

Islam Mengajarkan Budaya Berpakaian dan Emas Kawin

1 November 2022
0

Presiden yang Memahami Keadilan dan Kemakmuran

28 Oktober 2022
0
Load More

Sebagai jamaah yang cinta kepada Rasulullah saw, minimal dengan bacaan salawat, sudah sepatut tidak sebatas pada ucapan dan lantunan lisan saja. Bentuk cinta harus diwujudkan ke dalam bentuk yang lebih nyata ke dalam kehidupan sehari-hari.

Pada mula, penghormatan akhlaqiah yang dituntun adalah mengikuti ajaran-ajaran dan perintah agama Islam. Menghormati para ulama dan kiai yang telah mentranspormasikan ke masyarakat dan para murid. Di samping, penghormatan kepada para zuriah Rasulullah saw yang terlembaga ke dalam wadah para habaib. Habaib merupakan bentuk jamak dari kata “habib” yang berarti orang yang dicintai. Mereka sebagai anak keturunan Kanjeng Rasulullah saw memang selayak menempati posisi terhormat.

Namun demikian, peran dan posisi sebagai habaib bukan posisi yang menggembirakan. Malahan, bukan suatu kebanggaan, jika tidak mampu menjaga akhlak selayak Rasulullah saw. Sebagaimana diutarakan oleh Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan; menjadi seorang habib itu sangat berat.

Demikian, antara pecinta dan yang dicinta memiliki dilematika tersendiri.

Para Habaib di era kekinian, di samping para ulama, merupakan representasi dari Rasulullah saw. sebagaimana hadis, “al-ulama warasatul anbiya”. Ulama adalah pewaris para nabi. Hal ini bisa diartikan seorang ulama harus mewarisi keilmuan dan perilaku para nabi, terutama Rasulullah saw.

Di dalam proses mencinta dan dicinta, sebagaimana diungkapkan oleh Gus Mus kemudian, akan menghadapi batu-batu ujian. “Jika ada di antara habaib yang hidupnya menyalahi adat, anggap saja sebagai ujian bagi kita dalam mencintai Rasulullah saw dan anak-anak cucunya,” ujarnya.

Dalam fenomena kehidupan, setiap manusia akan mengalami pasang surut, baik dari segi materi maupun immateri. Namun, tidak semua orang mengerti akan hal ini. Sebab-sebab dari pasang surut ini menjadikan manusia sering lupa akan dirinya. Agar tidak lupa dan terlena, maka majelis zikir menjadi media yang paling cocok untuk menjawabnya.

Tags: Gus MusHabaib
Previous Post

Di Balik Omong Kosong Tentang Peradaban

SELANJUTNYA

Khilafah, Imam Mahdi, dan Lompatan Sejarah

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Khilafah, Imam Mahdi, dan Lompatan Sejarah

Pesantren sebagai Penangkal Radikalisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In