• Latest
  • Trending

BNPT dan Pesantren Tebuireng: Jalin Penanggulangan Intoleran

18 Juni 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

BNPT dan Pesantren Tebuireng: Jalin Penanggulangan Intoleran

Redaksi Jurnalis Redaksi
18 Juni 2022
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A

Jombang-Net26.id Jum’at, 17/6/2022, Tim Badan Nasional Penaggulangan Teroris (BNPT) berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Jombang. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi 1 Pencegahan, Mayjen Nissan Setiady.

Dari pihak Pesantren Tebuireng, hadir Pengasuh Pesantren Salafiyah Seblak, KH Abdul Halim Mahfudz dan KH Abdul Ghofar Yusuf selaku Sekretaris Pesantren Tebuireng. Acara tersebut dihadiri pula Buya Uki Marzuki selaku Sekretaris Jenderal Majelis Mujahid NKRI, parapengurus pesantren di sekitar Tebuireng, serta kalangan pengusaha dan akademisi.

ArtikelLainnya

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023
0

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023
0

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

19 September 2022
0

Tradisional di Sana, Modern di Sini

14 September 2022
0
Load More

Dalam rilisnya, KH Abdul Halim Mahfudz mengungkapkan, kegiatan Workshop yang diselenggarakan oleh Pesantren Salafiyah Seblak dan Pesantren Tebuireng tersebut mengangkat tema “Meredam Intoleransi dan Radikalisme”; dihadiri oleh parapengusaha dari Jakarta, Surabaya, dan Kediri dalam membangun persahabatan dan kerjasama erat.”

Almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah pernah menyinggung empat elemen penting bagi masyarakat Indonesia yang berbudaya santri. Indonesia adalah negeri parasantri. Empat elemen tersebut adalah kokohnya “organisasi”, ajaran sesepuh (leluhur dan parakiai), warga (pesantren dan masyarakat), serta warisan “ajaran” dan tuntutan. Empat elemen tersebut dipandang oleh Gus Sholah sebagai benteng utama kehidupan suku-bangsa Indonesia. Dengan kata lain, jika empat elemen tersebut rapuh, maka otomatis masyarakat dan dunianya sudah betul-betul terancam.

Oleh karena itu, menurut KH Abdul Halim Mahfudz lagi, “Hubungan persahabatan dan kemanusiaan antarwarga bangsa sudah banyak dimainkan dan dicederai oleh nafsu permusuhan yang dibuat-buat. Padahal warga bangsa nyatanya lebih akrab dan lebih senang bersahabat!”

Buya Uki Marzuki memberikan tambahan, kerjasama antarpesantren harus diperkokoh dengan silaturahim dan komunikasi. Membangun ide dan mimpi bersama. Menurutnya, masyarakat santri sudah terbiasa tirakat. Sudah terbiasa menakar nafsu. Rusak tidaknya masyarakat karena tidak mampu menahan nafsu dalam bentuk apapun.

Di samping itu, masyarakat juga perlu membangun kemandirian. Pesantren adalah komunitas pilihan, karena di situ terdapat ilmu, amal, praktik, dan juga relasi. Pesantren adalah sekarang dan masa depan Indonesia.

Dari pesantren, tidak saja budaya yang bisa diselamatkan, tapi kemanusiaan Indonesia juga bisa diselamatkan. Mereka yang tidak bisa memahami pesantren selama ini, karena masih mengikuti stigma berpikir masa lalu yang salah. Kemiskinan, kebodohan, dan keadilan adalah problem abadi masyarakat yang harus selalu disadari dan ditanggulangi. Sikap intoleran bisa muncul jika tiga problem ini belum menjadi perhatian serius.

Previous Post

KH Amin Abdul Hamid: Mbah Dim Kaliwungu dalam Kenangan

SELANJUTNYA

Presiden Jokowi: Rusia dan Persaudaraan Nusantara

Redaksi

Redaksi

SELANJUTNYA

Presiden Jokowi: Rusia dan Persaudaraan Nusantara

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In