• Latest
  • Trending

Presiden Jokowi: Rusia dan Persaudaraan Nusantara

3 Juli 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Presiden Jokowi: Rusia dan Persaudaraan Nusantara

Indonesia Pascaideologi 

Muhammad Sakdillah Jurnalis Muhammad Sakdillah
3 Juli 2022
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A

Dikisahkan dari seorang pelajar Indonesia yang tak bisa disebut namanya di sini. Pertama, ia mengikuti suatu forum pertemuan pejabat tinggi dengan bahasa pengantar Rusia. Otomatis, ia tidak mengerti hasil pembicaraan yang tampak meriah itu.

Perawakannya yang tidak berbeda dengan suku-suku-bangsa lain di Asia Tenggara menjadi sebab ia dikucilkan dalam forum itu. Tapi, setelah salah satu di antara pejabat tinggi itu menyapanya dan bertanya asal usulnya. Ia menjawab dengan tenang, “Indonesia.”

ArtikelLainnya

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023
0

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023
0

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

19 September 2022
0

Tradisional di Sana, Modern di Sini

14 September 2022
0
Load More

“Wow, Indonesia! Saudara muda!” teriak pejabat itu seraya merangkul erat penuh persaudaraan sehingga menarik perhatian pejabat-pejabat yang lain. Satu persatu mereka kemudian berebut, berangkulan.

Pada kisah lain yang populer, Presiden Soekarno (1901-1970 Masehi) diundang berkunjung ke Moskow oleh Nikita Khrushchev (1894-1971 Masehi) pada masa kejayaan Uni Soviet.

Presiden Soekarno memberi syarat mau datang asalkan memenuhi permintaannya. Pada masa itu atheisme menjadi isu santer bagi negara-negara komunis.

Pimpinan tertinggi Uni Soviet asal Ukraina itupun menyetujui dan bertanya apa permintaan Presiden Soekarno?

“Selamatkan situs-situs mesjid dan makam Imam Al Bukhari!” pinta Presiden Soekarno kepada Khrushchev.

Dan, Nikita Khrushchev pun menyetujui.

Kejayaan Ikhanate

Ikhanate merupakan kerajaan-kerajaan muslim keturunan Mongol yang berkuasa di wilayah Asia Tengah dan Eropa Timur, khususnya Rusia. Pada masa ikhanate inilah hadis-hadis Rasulullah saw mulai dikodifikasi (dibukukan) oleh ulama terkenal Imam Al Bukhari (810-870 Masehi) setelah kitab pertama yang dibukukan, Al Muwattha, oleh Imam Malik bin Anas (711-795 Masehi) di Madinah. Imam Al Bukhari berhasil mengumpulkan ribuan hadis yang tersebar dalam ingatan dengan seleksi yang ketat sehingga kualitas kesahihannya dapat menempati urutan pertama di antara kitab-kitab hadis lain.

Pada masa berikutnya, Imam Muslim (wafat 875 Masehi) yang hidup di negeri Naisabur (Samarkand) juga berhasil menghimpun hadis Sahih Muslim dengan kualitas yang tak kalah baiknya dengan Imam Al Bukhari.

Syekh Jumadil Kubro

Sejarawan memberi celah salah satu pendatang muslim yang pertama datang ke Nusantara adalah dari negeri China (melalui pelabuhan Guangzhou). Dan, tidak sedikit pula yang memberi konotasi hubungan antara Kerajaan Champa di Kamboja dan Nusantara sebelum dihancurkan oleh Kerajaan Khmer. Para eksodusan dari negeri Champa itu yang dikenal memiliki keterikatan dengan nama-nama Puteri Champa di berbagai tempat di Nusantara.

Namun, pada selidik sejarah thariqah yang dilakukan oleh Martin Van Bruinessen, nama Syekh Jumadil Kubro yang terdapat di beberapa tempat seperti di Gunung Turgo Yogya, Istana Trowulan, dan Sulawesi Selatan memiliki korelasi dengan Syekh Najmuddin Al Kubra di Uzbekistan.

Memang, bisa jadi, Kerajaan Champa didirikan oleh generasi ikhanate dari Uzbekistan sebelum akhirnya sampai di Nusantara.

Dari sini, dapat gambaran jika suku-bangsa Rusia (keturunan Mongol) memiliki hubungan persaudaraan dengan masyarakat muslim Nusantara. Tidak sedikit suku-bangsa Rusia yang memeluk agama Islam.

Pada masa totalitarianis komunisme yang menganut ajaran Stalinisme dan Leninisme, kehidupan budaya, terutama agama, memang ditekan habis. Sehingga yang ada kemudian adalah hukum negara yang totaliter dan otoriter. Disiplin negara dilaksanakan melalui kepemimpinan militer.

Namun, sejak Uni Soviet (Blok Timur) runtuh pada tanggal 31 Desember 1991, Rusia sebagai pewaris Uni Soviet masih memegang peranan di dunia. Setelah Blok Timur terpecah menjadi negara-negara merdeka, maka muncul pemahaman baru tentang arti penting geopolitik (politik kawasan) dan menjadikan budaya sebagai tolok ukur kemajuan bangsa. Di bawah kepemimpinan Presiden Putin, kehidupan beragama dan tradisi, terutama Islam, berkembang dengan pesat. Begitu pula, negara-negara di bawah Federasi Rusia seperti Chechnya, Ukraina, dan Belarusia. Pesantren-pesantren dan perguruan-perguruan tinggi seakan berlomba, berpacu mencapai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagi orang-orang Rusia, Indonesia merupakan rumah kedua, tempat saudara mudanya tinggal. Sehingga jalinan kerjasama sangat dibutuhkan.

Previous Post

BNPT dan Pesantren Tebuireng: Jalin Penanggulangan Intoleran

SELANJUTNYA

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

SELANJUTNYA

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In