• Latest
  • Trending

Rentang dan Cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia

14 Maret 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Rentang dan Cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia

Muhammad Sakdillah Jurnalis Muhammad Sakdillah
14 Maret 2022
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A

Simpang siur versi sejarah telah memunculkan kontroversi. Pada masa Orde Baru, membicarakan semua versi itu menjadi tabu, kecuali versi negara. Namun, era Reformasi telah memberi ruang baca sejarah menjadi lebih luas. Dokumen-dokumen lama bisa kembali dibuka dan ditafsirkan ulang. Dengan demikian, tafsir terhadap siapa yang paling berperan di dalam peristiwa Serangan Besar-besaran (Umum) 1 Maret 1949 misalnya kembali mengemuka, terutama setelah Pemerintah menetapkan tanggal 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 2 tahun 2022 tertanggal 24 Februari 2022.

Namun demikian, untuk mengangkat “narasi”dari sebuah peristiwa sejarah tentu tidak bisa diambil dari satu sumber saja, melainkan juga melihat prakondisi yang membentuk peristiwa tersebut terjadi.

ArtikelLainnya

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023
0

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023
0

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

19 September 2022
0

Tradisional di Sana, Modern di Sini

14 September 2022
0
Load More

Pertama, rentang waktu antara 17 Agustus 1945 hingga 27 Desember 1949 merupakan masa penuh dengan ketidakpastian. Sebab, Belanda baru mengakui dan sepenuhnya menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia setelah upacara penyerahan oleh Belanda kepada Indonesia di Amsterdam dan di Jakarta.

Kedua, ketika Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, semua daerah dan wilayah di Indonesia sepenuhnya belum mengakui kemerdekaan tersebut. Muso bersama Amir Sjarifuddin (tidak puas dengan Kabinet Hatta) di Yogyakarta misalnya pada tanggal 18 September 1948 mendirikan Front Demokrasi Rakjat (FDR) yang berafiliasi kepada Rusia di Madiun. Peristiwa tersebut melibatkan beberapa partai politik atau organisasi berhaluan kiri kontra pemerintahan Republik Indonesia (RI) di bawah pimpinan Soekarno-Mohammad Hatta diantaranya Partai Komunis Indonesia (PKI) atau Front Demokrasi Rakyat (FDR), Partai Sosialis Indonesia (PSI), Partai Buruh Indonesia (PBI), Pemuda Rakyat, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).

Ketiga, faktor lain yang melingkupi peristiwa dalam rentang sejarah tersebut adalah terjadinya tarik ulur melalui perjanjian-perjanjian seperti Renville (selesai 17 Januari 1948), Roem-Royen (selesai 7 Mei 1949), Konferensi Meja Bundar/KMB (selesai 2 November 1949) dengan pihak Belanda yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Republik Indonesia. Khusus pasca-KMB, terdapat dua pemerintahan yang berlaku pada masa itu, yaitu Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Negara Republik Indonesia. Pada masa konsolidasi ini, menurut Aboebakar Atjeh dalam bukunya, Sedjarah Hidup K.H.A. Wahid Hasjim dan Karangan Tersiar, dimanfaatkan oleh KHA Wahid Hasyim untuk menggalang kekuatan secara administratif antara Menteri Agama RI, Menteri Agama RIS, dan Menteri Agama Masyumi di bawah koordinasinya. Meskipun ketika itu, dualisme model pemerintahan memicu konflik antara Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang mendukung model Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Sultan Hamid II dari Kesultanan Pontianak yang mendukung RIS.

Dengan demikin, untuk membaca peristiwa yang terjadi antara 17 Agustus 1945 hingga 27 Desember 1949 tersebut, seorang sejarawan agaknya harus jeli di dalam melihat irisan-irisan peristiwa dan aktor-aktor yang berperan pada masanya sehingga akan ditemukan pemahaman utuh atas objektivitas sejarahnya.

14 Maret 2022.

 

Tags: kemerdekaanKHA Wahid Hasyimmenteri agama
Previous Post

KHA Halim Mahfudz: Perang, Lowongan Kerja Baru

SELANJUTNYA

War Criminal

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

SELANJUTNYA

War Criminal

Pemikiran dan Kebijakan Ekonomi Industri Ala Gus Dur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In