• Latest
  • Trending

Kontras! Menyisir Kemiskinan di Sisi Pantura

8 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Kontras! Menyisir Kemiskinan di Sisi Pantura

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
8 Agustus 2022
in Berita Umum
Reading Time: 2 mins read
A A

Jika melihat layanan pinjaman online (pinjol) yang memiliki banyak tawaran seakan kontras dengan keadaan sebenarnya di sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Gubuk gubuk bambu masih seperti dulu meskipun terasa mulai sepi.

Di terminal Induk Pemalang. Berjejer bus bus siap meluncur. Tapi, penumpang masih juga sepi. Tak ada seliweran, tak keramaian. Yang terlihat, penjaga penjaga warung dan loket mulai lesu. Mungkin, salah satunya sudah ada jalan tol.

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024
0

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023
0

Islam Mengajarkan Budaya Berpakaian dan Emas Kawin

1 November 2022
0

Presiden yang Memahami Keadilan dan Kemakmuran

28 Oktober 2022
0
Load More

Tapi, jangan salahkan jalan tol. Ia memberi manfaat bagi kelancaran transportasi. Hanya kemiskinan seperti memang belum beranjak dari terminal Harjamukti. Hanya dengan bermodal lembaran lembaran karcis kosong, sekawanan calo mengerumuni satu orang penumpang. Seperti dulu dan mungkin masih kini, di terminal terminal besar pada umumnya yang menakutkan.
Di terminal Induk Pemalang, hampir tidak ada calo calo demikian, karena tak seramai terminal Cirebon atau terminal Kota Tegal.

Di terminal Induk Pemalang, penjaja penjaja memang lesu, karena penumpang yang sedikit. Siang itu, Senin, 8/8/2022, memang lengang. Tebu beterbangan setelah truk truk besar melintas dan terik sehingga mengaburkan pandangan objektif.

Bau minyak wangi yang sedikit anyir menyeruak ke rongga hidung. Memaparkan pemandangan pakaian pakaian dalam bergelantungan. Seorang ibu tua yang tampak jujur berjalan menggendong panganan panganan yang belum laku terjual. Ia melunglai dalam diam tanpa sapa. Satu dua bus keluar menuju arah Semarang. Kernet berteriak teriak, menawarkan deretan bangku kosong hingga paling belakang. Bus pun melaju setelah menyeberangi jalan Pantura.

Di mushola yang terletak di arah sisi selatan terminal, juga tampak kosong. Seperti sudah lama tak dipakai. Dua orang anak laki laki bergandengan tangan, mengambil tempat di kamar mandi. Panas yang terik. Udara serasa pengap. Dan, Terminal Induk Pemalang masih saja lengang.

Mungkin, karena siang. Sehingga orang orang malas bepergian. Atau, mereka biasa menghentikan bus jauh dari terminal karena sering tertipu atau merasa diperas oleh calo calo itu? Dan, layanan online memang seperti tidak berfungsi. Apes.

Ah, tidak. Tujuh puluh lima ribu rupiah yang diberikan kepada calo pengedar tiket kosong itu sudah diniatkan shodaqoh. Dan, kemiskinan itu memang seperti legal. Apakah benar dawuh Kanjeng Sunan Gunungjati (Ingsun titip tajug lan fakir miskin) berlaku efektif demikian untuk mengabadikan kemiskinan?

Ada pejuang kemiskinan berkata, “Semua ketimpangan sosial itu sebabnya kemiskinan! Perceraian, copet, maling, rampok, korupsi, teroris, anak anak terlantar karena kemiskinan!”

Tags: KemiskinanTerminal Induk Pemalang
Previous Post

Lulus Kuliah di Perguruan Tinggi “Nonmuslim”?

SELANJUTNYA

Lucunya Santri Sukses yang Tak Pernah Kenal Kantor Kuwu

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Lucunya Santri Sukses yang Tak Pernah Kenal Kantor Kuwu

Sosial Kapital, "Never Ending" Pesantren

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In