• Latest
  • Trending

KHM Fuad Taufiq: Membentuk Santri yang Hafidz, Mandiri, dan Berkarakter

28 Juli 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

KHM Fuad Taufiq: Membentuk Santri yang Hafidz, Mandiri, dan Berkarakter

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
28 Juli 2022
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
A A

Jombang-jatim.net26.id Menjadikan Al Quran sebagai basis dasar intelektual dan spiritual menurut beberapa penelitian psikologi cukup menggembirakan. Kemampuan otak manusia yang jarang digunakan justeru akan memperlemah fungsi motoriknya. Maka, otak yang sering digunakan pada dasarnya akan meningkatkan daya ingat, analisis, intuisi, dan ketajamannya. Ibarat pisau, kalau jarang diasah maka akan cepat tumpul. Begitu pula dengan otak, semakin sering difungsikan secara benar hasilnya juga akan maksimal. Bisa jadi, kecerdasan itu dapat diciptakan, di-upgrade, jika terus diasah.

Lalu, bagaimana meningkatkan kecerdasan itu? Penelitian terakhir sudah mendapatkan kalau kecerdasan emosional dapat ditingkatkan jika fungsi otak kanan didayafungsikan melalui kegiatan-kegiatan spiritual seperti mewiridkan amalan amalan tertentu, baik sendirian maupun berjamaah, dan menghapal Al Quran.

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024
0
NET26.id - Pelatihan Pelatih Tempat Kerja (AbA-IB) KADIN Jombang

KADIN, APINDO, HIPMI Kabupaten Jombang Gelar Pelatihan Vokasi

10 Oktober 2022
0

Pesantren sebagai Penangkal Radikalisme

1 September 2022
0

Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik, MTs MQ Siaga Literasi

23 Agustus 2022
0
Load More

Kenapa otak kiri (analisis) dan otak kanan (intuisi) perlu didayafungsikan? Diantaranya adalah dapat mempermudah dalam melaksanakan beberapa tugas secara bersamaan (multitasking). Misal, satu bagian otak berperan untuk berbicara sementara bagian yang lain berperan untuk mengenali benda benda di sekitarnya serta menambah keseimbangan.

Di samping itu, keuntungan dari dua bagian otak anugerah Allah Taala tersebut adalah dapat bermanfaat dalam pengembangan keterampilan kognitif, termasuk dalam meningkatkan kecerdasan (IQ), kefasihan berbicara, menyampaikan gagasan, dan melafalkan sesuatu dengan tepat dan akurat.

Dengan pertimbangan demikian, KHM Fuad Taufiq, Pengasuh Pesantren Tahfidz An-Nawawi, Nglaban Kidul, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, telah menyiapkan program program yang dibutuhkan oleh parasantri melalui visi-visi:

  • Menjadikan nilai nilai Al Quran sebagai pedoman dan pandangan hidup, sikap dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari
  • Memiliki pengetahuan ilmu Al Quran dan keterampilan menghapal Al Quran 30 Juz
  • Memiliki motivasi tinggi dan daya saing kuat dalam memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi hingga sampai pada implementasinya di masyarakat
  • Memiliki daya saing dalam kemandirian berprestasi
  • Memiliki kualitas pengembangan keterampilan teknologi informasi
  • Memiliki kemandirian, kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan, dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan masyarakat.

Sehingga akan tercapai tujuan tujuan diselenggarakannya program program dalam misi misi:

  • Mengembangkan potensi kecerdasan intelektual, emosi, dan spiritual
  • Mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas
  • Menggali dan memotivasi kompetensi parasantri di bidang Al Quran
  • Menumbuhkan semangat hidup kekeluargaan
  • Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif dan daya saing yang sehat kepada seluruh warga pesantren dalam berprestasi
  • Menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan indah.
  • Meningkatkan kualitas praktek kinerja yang terstruktur dan terukur
  • Meningkatkan kreativitas peserta didik melalui kegiatan esktra kurikuler
  • Meningkatkan disiplin melalui pelaksanaan kebersamaan dalam kebhinekaan

Sebagai upaya aktualisasi dari visi dan misi Pesantren Tahfidz An-Nawawi tersebut, maka diperlukan perencanaan kegiatan kegiatan harian, bulanan, dan tahunan. Sehingga kedisiplinan dan ketekunan dalam menyelesaikan program program yang sudah disediakan akan menjadi bahan evaluasi guna kemajuan studi setiap santri.

Dalam setiap kegiatan harian Pesantren Tahfidz An-Nawawi, pengembangan dan perencanaan yang terukur akan menjadi kebiasaan sebagaimana berikut:

  • Kewajiban sholat lima waktu secara berjamaah dan mewiridkan Al Quran ½ juz
  • Khusus untuk sholat Ashar, membaca surat Al Waqiah, karena kegiatan TPQ dilaksanakan setelah sholat Ashar
  • Untuk sholat Magrib, khatmil Quran (tiap hari) dibagi setiap santri 1 juz
  • Setelah sholat Isya dilanjutkan pengajian Kitab Al Tibyan fi Adab Al Hamalat Al Quran
  • Pada malam Selasa dan malam Jumat menggunakan kitab Lubab Al Hadits
  • Untuk setoran Al Quran dilaksanakan setelah sholat Subuh, Bakda Ashar, setelah khatmil Quran dan pukul 22.00 wib.

Adapun kegiatan mingguan, setiap Kamis sore diadakan pelatihan tasmi’ kemudian dilanjutkan pembacaan Tahlil bersama, Sedangkan pada tiap malam Jumat, dilaksanakan kegiatan pengembangan bakat dan minat, seperti MHQ, khutbah Jumat, pidato bahasa daerah dan berbagai aktivitas keterampilan tambahan lainnya. Begitu pula, berbagai event yang bersifat tahunan, seperti Peringatan Hari Besar Islam dan Nasional.

Dari visi, misi, serta program program kegiatan tersebut diharapkan akan tercapai cita cita “Terbentuknya Santri yang Hafidz, Mandiri, dan Berkarakter”.

Previous Post

Membangun Peradaban Al Quran di Pulau Dewata

SELANJUTNYA

KHA Musta’in Syafiie: Logika Pascamanthiq 

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

KHA Musta'in Syafiie: Logika Pascamanthiq 

Nyai Hj Ruqoyyah: Sosok di Balik Kokohnya Organisasi Pesantren

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In