• Latest
  • Trending

Membangun Peradaban Al Quran di Pulau Dewata

28 Juli 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Membangun Peradaban Al Quran di Pulau Dewata

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
28 Juli 2022
in Tokoh
Reading Time: 2 mins read
A A

Tabanan-Jatim.Net26.id Bukan hal yang mudah dan gampang, manakala kita hidup sebagai muslim minoritas di tengah-tengah mayoritas nonmuslim. Dengan sosial kultur yang berbeda, sikap dan pemikiran yang tidak sama, akan membuat kita kaum muslimin lebih berhati hati dalam melangkah dan menentukan sikap, terutama hal-hal yang bersentuhan dengan ideologi keagamaan. Karena, jika sedikit saja, kita salah dalam melangkah, maka akan menimbulkan ketersinggungan kalangan mayoritas dan akhirnya akan melahirkan konflik konflik ras, suku, dan agama seperti yang terjadi di Ambon, Poso, dan daerah lain.

Sikap dan perilaku yang arif dan bijaksana dalam memahami posisi sebagai “kaum minoritas” menjadi kata kunci untuk mewujudkan kebersamaan dan keharmonisan masyarakat.

ArtikelLainnya

Kiai Syakir dalam Pandangan Tuan Guru Dzulmanni Al Banjari

5 September 2022
0

Ibunyai Hj Farida binti KHM Yusuf Masyhar

6 Agustus 2022
0

Nyai Hj Ruqoyyah: Sosok di Balik Kokohnya Organisasi Pesantren

30 Juli 2022
0
Load More

Hal inilah yang melatarbelakangi pemikiran Ismawan, sosok anak muda muslim di Desa Pasekan, Tabanan, Bali. Melalui gerakan keagamaan yang berbasis kepemudaan, ia mulai pelan pelan merangkai simpul demi simpul pemuda pemuda di desanya untuk menghidupkan kembali “Ruh Al Quran” dengan mengadakan kajian kajian Al Quran.

Pada awalnya, Ismawan memulai dengan Tadarrus Al Quran pada setiap malam Rabu di Masjid Nurul Huda Pasekan. Berawal dari tiga orang yang mengikuti pengajian, majelis Jamaah Tadarrus dan Kajian Al Quran tersebut kini sudah mulai ramai dihadiri oleh para pemuda muslim di desa tersebut. Majelis tersebut menjadi media tidak hanya berbicara seputar Al Quran saja, tetapi juga wadah silaturahim antarpemuda muslim yang melahirkan banyak ide dan gagasan dalam konteks “Syiar Keislaman” di Kabupaten Tabanan.

Saat diwawancarai di Masjid Nurul Huda Pasekan, Ismawan menuturkan “Semua butuh proses panjang dan tidak mudah, yang terpenting kawan-kawan pemuda muslim ini mau ngumpul dulu di Masjid. Itu sudah luar biasa, nantinya pelan-pelan dengan sentuhan hati kita ajak mereka untuk menghidupkan Cahaya Islam ini di Pulau Dewata ini.”

Di Pulau Jawa atau di tempat-tempat lain yang mayoritas berpenduduk muslim, tentunya hal tersebut amatlah sangat mudah dan sudah menjadi budaya keseharian di masyarakat, akan tetapi berbeda cerita ketika hal ini terjadi di Pulau Dewata. Butuh perjuangan, waktu, pikiran, finansial, dan metode pendekatan yang superekstra dalam mewujudkan syiar tersebut. Semoga perjuangan ini tidak berhenti di satu titik, tapi terus bergerak dalam memberikan warna untuk menciptakan Peradaban Islam di Pulau Dewata. Dengan langkah langkah terkonsep melalui harmonisasi antarumat dan antaragama, semoga mereka dimampukan dalam membangun dan menjalin cita cita bersama. Amin.

Previous Post

Kepiawaian KHA Musta’in Syafiie Menafsirkan Diksi Diksi Al Quran

SELANJUTNYA

KHM Fuad Taufiq: Membentuk Santri yang Hafidz, Mandiri, dan Berkarakter

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

KHM Fuad Taufiq: Membentuk Santri yang Hafidz, Mandiri, dan Berkarakter

KHA Musta'in Syafiie: Logika Pascamanthiq 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In