• Latest
  • Trending

Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik, MTs MQ Siaga Literasi

23 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 18 Agustus 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik, MTs MQ Siaga Literasi

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
23 Agustus 2022
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
A A

Kebiasaan Literasi di Pesantren

Tebuireng-jatim.net26.id – Kebutuhan literasi di era Revolusi 5.0 saat ini tidak dapat dihindari oleh setiap orang. Namun, gerakan literasi berskala nasional yang sedang digalakkan oleh pemerintah belakangan ini sebetulnya terhitung sangat terlambat, bila dibandingkan dengan kegiatan kegiatan di dunia pesantren yang sudah sedia sejak zaman dahulu kala. Di pesantren, setiap santri tidak hanya dituntut untuk mampu membaca huruf Arab gundul saja, melainkan dilatih untuk memaknai, memahami, memproyeksikan kembali melalui tulisan tulisan, serta menjalani perilaku amaliah salehah dari hasil hasil literasi tersebut. Dengan kata lain, literasi di pesantren pesantren capaian sebenarnya jauh lebih sulit daripada yang digunakan sehari hari melalui huruf Latin dan bahasa Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pihak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan program Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat, terutama literasi membaca dan literasi matematika atau numerasi.

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024
0
NET26.id - Pelatihan Pelatih Tempat Kerja (AbA-IB) KADIN Jombang

KADIN, APINDO, HIPMI Kabupaten Jombang Gelar Pelatihan Vokasi

10 Oktober 2022
0

Pesantren sebagai Penangkal Radikalisme

1 September 2022
0

Buruh Jombang Usul Libur Nasional Di Hari Berdirinya NKRI 18 Agustus

18 Agustus 2022
0
Load More

Sementara kementerian Agama RI menerbitkan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) yang dilakukan pada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya, termasuk survei karakter.

Hasil asesmen tersebut dapat digunakan oleh guru untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran. Sementara bagi murid, asesmen tersebut sejak dari dini dapat digunakan oleh setiap santri di dalam menilai diri sendiri dan lingkungannya.

Langkah Penyesuaian Diri

Langkah langkah literasi di MTs MQ sebenarnya upaya pembiasaan saja. Mengajarkan dan mendidik siswa sejak dini untuk rajin membaca, memahami, dan menulis kembali. Salah satunya dengan menggunakan metode jurnalistik yang bersifat investigatif. Jika dulu setiap santri hanya berliterasi dengan kitab kitab kuning, sekarang programnya ditambah dengan berliterasi huruf Latin sehingga hasil hasilnya dapat disebarluaskan ke masyarakat umum.

Sebagaimana diberitakan, Selasa, 23/8/2022, Azzam, siswa kelas 8 A MTs MQ Tebuireng telah mengirimkan karyanya sebagai hasil pembelajaran ekstrakurikuler jurnalistik MTs MQ yang diampu oleh salah satu wartawan yang diadakan setiap hari Rabu. Pembelajaran ini diagendakan agar kegiatan literasi siswa MTs MQ  semakin menggeliat dan bisa tetap eksis.

Sebelumnya, Kamis, 18/8/2022, MTs. MQ telah mengadakan Diklat Jurnalistik yang diikuti oleh beberapa siswa MTs MQ. Diklat tersebut diadakan oleh MTs MQ sebagai pembelajaran tambahan ekstrakurikuler dan pembiasaan agar tidak kaget secara untuk siswa siswa secara umum dan yang berbakat dan berminat di jurnalistik secara khusus.

Diklat tersebut dibimbing oleh Pak Rojif yang telah diminta untuk mengajar di beberapa sekolah dan madrasah seperti Madrasah Aliyah MQ, SMP A Wahid Hasyim, dan sebagainya. “Semoga kedepannya, ekstrakurikuler jurnalistik ini dapat berkembang lebih baik dari sebelumnya, dan nama MTs. MQ semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ungkap M Fuad Taufiq, MSi, selaku Kepala MTs MQ.

Literasi sebagai Filsafat Praktis

Banyak kalangan yang menyangsikan jika filsafat tidak bisa diterapkan sejak dini. Pemikiran yang mendakik dakik pada filsafat tidak bisa diterapkan, terutama bagi kalangan santri yang dapat menggoncangkan keimanan dan ketauhidan. Padahal, Ketika manusia bertauhid, berfiqh, berbahasa, dan lain sebagainya tidak dapat dilepaskan dari filsafat. Contoh, bagaimanakah seorang faqih (ahli fiqh) membuat sebuah keputusan fiqh, tatacara (kaifiyah), dan kaidah kaidah fiqh (ushul fiqh) tanpa menggunakan filsafat? Filsafat sebagai proses berpikir seseorang senantiasa mencari jalan alternatif dari setiap kebuntuan persoalan sehingga menjadi sebuah rumusan yang berfungsi manfaat bagi masyarakat.

Literasi, terutama menulis kembali pokok pokok pikiran, merupakan filsafat praktis, karena setiap orang dituntut untuk paham dan mampu merumuskan kembali pikiran pikirannya secara sistematis dan dapat diterima semua kalangan. Melalui literasi, setiap santri sudah berfilsafat secara praktis di dalam mempraktikkan ajaran ajaran dan tuntunan tuntunan agama. Dengan berliterasi, ajang filsafat prakltis akan semakin relevan bagi siswa siswa didik MTs MQ.

Foto Foto Kegiatan 

 

Tags: jurnalistikLiterasiMTs MQ
Previous Post

Fakta Miris Rumah Tinggal Layak Huni Shiddiqiyyah

SELANJUTNYA

Mari Menghitung Demokrasi dalam Angka

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Mari Menghitung Demokrasi dalam Angka

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In