Ada banyak adegan dalam kehidupan. Ada yang tereflikasikan ke dalam puisi, prosa, atau drama. Dan, perkembangan teknologi telah menghantarkan pada produksi yang komplit, baik dari segi adegan dramatik hingga pada settingan sinematik.
Namun, berita berita media memberikan nuansa berbeda dari harga produksi yang lebih murah. Ada adegan adegan yang tidak memerlukannya biaya, karena sudah dibiayai sendiri oleh aktor aktornya. Bahkan, adegan demi adegan dan sutradaranya pun dibiayai oleh sang aktor.
Dimensi yang . memerlukan perhatian atas perubahan perubahan ini. Dampak dari kemudahan kemudahan teknologi, setiap orang bisa mengambil peran masing masing melalui rekayasa dan skenario mandiri. Pun, akselerasi dan koneksi yang lebih luas dan mudah terjangkau. Kemerdekaan dalam pengertian ini memerlukan refleksi dan implementasi yang patut menjadi program bersama. (red.).
Sebuah Catatan Kemerdekaan
Setiap manusia memiliki cerita yang berbeda dalam hidupnya. Tangis dan tawa menghiasinya. Sedih dan senang datang silih berganti tanpa sedikitpun manusia mampu menghentikan. Semua, punya cerita dan alur sendiri-sendiri.
Alur tersebut ibarat sebuah film yang berdurasi. Ada yang beruntung dengan durasi (umur) yang panjang, ada pula yang tidak. Lebih beruntung lagi, mereka yang berdurasi panjang dan bagus untuk ditonton. Ceritanya menginspirasi. Atau bisa juga tidak sama sekali. Setiap manusia, merangkai sendiri filmnya.
Semua film, punya karakter sendiri. Ada yang mampu menembus blockbuster, ada juga yang tidak. Tergantung serumit dan semenarik apa filmnya. Semakin sulit ditebak alurnya, ada yg suka. Sebaliknya, ada juga yang suka dengan film dengan alur yang datar-datar saja.
Terlepas dari apapun, setiap film itu berharga. Kalaupun dianggap jelek oleh banyak kalangan, bisa saja ada sebuah adegan di dalamnya yang berisi kebaikan yang tidak ada di film lain. Jadi, setiap film memiliki kadar “keberartian” tersendiri. Sebagus apapun, atau sejelek apapun manusia, dia adalah “film” yang berharga bagi (setidaknya) keluarganya sendiri. Atau juga, bagi penciptaNya. Setiap makhluk pasti memiliki peran di dunia ini, tidak ada yang tercipta dengan sia-sia.
Mari kita isi kehidupan ini, dengan adegan kehidupan yang berharga. Paling tidak, ada kebaikan yang bisa kita laporkan kepada Sang Maha Sutradara kehidupan, yaitu Allah swt.
















