• Latest
  • Trending

Masa Kegelapan Datang Diganti dengan Perang

15 November 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Masa Kegelapan Datang Diganti dengan Perang

Bagus Dilla Jurnalis Bagus Dilla
15 November 2022
in Sejarah dan Sastra
Reading Time: 2 mins read
A A

Setiap rentang sejarah, entah panjang entah pendek, akan ada masa kegelapan datang diganti dengan perang. Terjadi di belahan dunia mana pun. Ketika masa itu menimpa suku-bangsa Yunani, maka terjadi perang terus menerus hingga datang masa kenabian. Ketika masa itu menimpa suku-bangsa Jawa, maka terjadi perang terus menerus hingga datang masa Medang-Kanuruhan-Kahuripan-Kadiri-Singhasari-Majapahit-Pajang-Mataram. Dan, seterusnya.

Foto Goodreads

Kaum Bijak Bestari dan Sastra Bernyanyi

Ketika tiba masa kegelapan itu, budaya Hindu menyebutnya Kaliyuga, instabilitas dan kekacauan terjadi di mana mana. Meskipun tampak tenang, tapi kegalauan tetap ada. Ketika masa kegelapan datang diganti dengan perang, maka di saat itu pula susastra bekerja. Meskipun, tidak populer dan didengar oleh banyak orang. Bisa literasi dikatakan mati, tapi dengan spontanitas ia bekerja dan mencatatkan diri masing masing. Wujud kebijaksanaan itu memang tidak ada. Bukan bayang bayang kenabian yang bisa merubah situasi dan zaman dalam sekejap. Proses tetap ada dan berlangsung lama. Kehadiran masa Nabi Muhammad saw adalah puncak dari kekacauan dan kegelapan, ia hadir di ujung proses. Ketika proses kekacauan masa itu sampai pada titik jenuh dan memerlukan penyelesaian penyelesaian yang bersifat praktis dan tidak banyak mikir. Tapi, susastra tetap bekerja. Bahkan, secara langsung, Al Quran turun melakukan kritik kritik tajamnya. Bagaimana Al Quran itu bisa berbicara, jika tidak dibantu oleh perangkat perangkat susastra yang turut merekam jejak kegelapan sejarah manusia.

ArtikelLainnya

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023
0

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023
0

Sastra dan Pusat Peradaban di Nusantara

5 November 2022
0

Historiografi Nir-Sistematika Tasawuf

18 Oktober 2022
0
Load More

Kegelapan Itu Melanda Seluruh Dunia

Ada pada satu masa, kegelapan melanda seluruh isi dunia. Kekacauan dan peperangan tidak terjadi hanya di satu tempat saja, melainkan secara global. Orang bilang, itu perang dunia yang tidak ada hitungan lagi Pertama, Kedua, dan Ketiganya. Perang Dunia sudah sering terjadi, bukan sekali dua kali. Perang Dunia antara suku-bangsa Persia dan Romawi; Marakesh dan Romawi; Yunani dan Mesir; Spartan dan Yunan; Makedonia dan India; dan seterusnya.

Masa kegelapan datang diganti dengan perang adalah tanda semua makhluk tidak berbicara, kecuali tangan tangan kreatif. Susastra berbicara dan bekerja tetapi tidak dibaca. Dia tidak menemukan bentuk dan bunyinya yang utuh. Pada abad ke-15, dunia mengalami masa kegelapan global. Tidak hanya di Eropa sebelum Renaisans. Tetapi, juga di Jawa. Susastra menjadi terserak dan tidak utuh. Perang pun terjadi di mana mana.

Tags: masa kegelapan datang diganti dengan perang
Previous Post

Sastra dan Pusat Peradaban di Nusantara

SELANJUTNYA

Mengapa Islam Menjadi Agama bagi Mayoritas Manusia di Nusantara?

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

SELANJUTNYA

Mengapa Islam Menjadi Agama bagi Mayoritas Manusia di Nusantara?

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In