• Latest
  • Trending

Perdikan, Kerangka Budaya Kaum Santri

6 September 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Perdikan, Kerangka Budaya Kaum Santri

Muhammad Sakdillah Jurnalis Muhammad Sakdillah
6 September 2022
in Pendidikan dan Wisata
Reading Time: 2 mins read
A A

Indonesia, Negara Kaum Santri

Masyarakat suku-bangsa Nusantara, mulai dari India sampai Papua, memiliki corak keagamaan yang khas. Dalam pengertian hubungan sosial, masyarakat suku-bangsa Nusantara tidak memiliki akar konflik yang tajam. Mereka menyebut diri mereka keluarga yang berarti “kula warga”. Saya bagian dari anggota masyarakat.

Struktur sosial masyarakat suku-bangsa Nusantara memang tidak seperti yang dibayangkan selama ini. Mereka merupakan koloni masyarakat yang cair. Namun, konstruksi sejarah telah memetakan mereka sedemikian rupa. Padahal, tidak semua masyarakat pada zaman dahulu terpetakan dengan baik ke dalam lembaran lembaran sejarah.

ArtikelLainnya

MTs Madrasatul Quran Tebuireng Fasilitasi FASTA Gratis

11 Oktober 2022
0

Pencaksilat di Pesantren sebagai Sumber Kekerasan?

16 September 2022
0

Pentingnya Menghafal dalam Belajar

13 September 2022
0

Reaktualisasi Pencaksilat di Indonesia (Bagian Satu)

8 September 2022
0
Load More

Perdikan adalah tanah ulayat yang memiliki kewenangan khusus di masa masa kerajaan. Tanah tersebut diberikan sebagai imbalan kepada seseorang yang telah berjasa mengabdikan diri kepada sang raja dengan status bebas pajak. Tanah tanah tersebut banyak tersebar di Nusantara. Di Pulau Jawa, seperti Glagahwangi yang diberikan kepada Raden Patah oleh Bhre Wijaya V, Perdikan Menoreh kepada Ki Gede Pemanahan oleh Sultan Hadiwijaya, tanah Sewulan kepada Bagus Harun oleh Pakubuwana II di Madiun, atau tanah Mlangi kepada Raden Mas Sandiyo oleh Sultan Hamengkubuwana I.

Tanah-tanah perdikan demikian secara historis merupakan cikal bakal pesantren pada masa kerajaan. Biasanya, orang yang diberi hadiah tanah perdikan ini masih keluarga keraton, namun tidak bersedia tinggal di istana. Dan, lebih suka menyendiri dan dekat dengan masyarakat umum.

Beberapa daerah di luar pulau Jawa seperti Syekh Arsyad Al Banjari mendapat hadiah tanah perdikan dari Sultan Banjar untuk didirikan pesantren. Sementara di Palembang, terdapat tanah perdikan serupa dihadiahkan kepada Syekh Abdurrahman yang bertindak sebagai penasehat kerajaan.

Di era pemerintahan Hindia Belanda, tanah perdikan mulai diawas dengan ketat. Hal ini dilakukan, karena bangsawan kalangan istana yang membangkang, baik kepada Belanda maupun kepada pejabat kerajaan yang pro-Belanda, berlindung di tanah perdikan tersebut. Gelombang perlawanan Untung Surapati, misalnya, yang didukung oleh mertuanya, Ki Ageng Kajoran atau Panembahan Rama, memiliki pengaruh yang kuat di hati rakyat. Gelombang perlawanan tersebut kemudian mengakibatkan Amangkurat II (1680-1702) harus meninggalkan istana. Begitu pula, ketika Pangeran Dipanegara yang didukung penuh oleh kiai kiai dari pesantren dalam menentang Belanda.

Lalu, apakah tanah perdikan tersebut hanya dijumpai pada masa kerajaan kerajaan muslim? Tidak. Sebelum Islam datang, tanah merdeka demikian disebut “Sima”. Bahkan, beberapa prasasti menyebutkan tentang hutan larangan tempat bertapa parapemuka agama. Perdikan diambil dari kata “merdikan” atau merdeka yang berarti tanah istimewa yang memang diperuntukkan bagi kemajuan pendidikan dan pengaderan punggawa punggawa, bahkan putera mahkota raja. Dengan demikian, dapat dikatakan “tanah perdikan” merupakan wilayah kawah Candradimuka, tempat ditempanya parataruna kerajaan yang bertujuan mulia dalam membela dan mengatur negara.

Tags: nusantaraPerdikanSantri
Previous Post

Kiai Syakir dalam Pandangan Tuan Guru Dzulmanni Al Banjari

SELANJUTNYA

Merubah Watak Berorganisasi Kita

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

SELANJUTNYA

Merubah Watak Berorganisasi Kita

Reaktualisasi Pencaksilat di Indonesia (Bagian Satu)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In