• Latest
  • Trending

Tafsir Al Quran dalam Upaya Pengayaan Fakta

15 Oktober 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Tafsir Al Quran dalam Upaya Pengayaan Fakta

Muhammad Sakdillah Jurnalis Muhammad Sakdillah
15 Oktober 2022
in Tafsir Genre KHA Musta'in Syafiie
Reading Time: 2 mins read
A A

Sejauh ini, tafsir lebih banyak disajikan ke dalam bentuk bentuk teoretik daripada tafsir itu sendiri. Meskipun, wacana wacana yang dikembangkan oleh umat Islam tidak lepas dari sebuah penafsiran sebagai khutbah khutbah, pidato pidato, maupun makalah makalah. Oleh karena itu, tafsir Al Quran dalam upaya pengayaan fakta setidaknya dapat mengurangi kekhawatiran seorang dai dalam menyampaikan pesan pesan dakwahnya.

Sejauh ini pula, tafsir sebagaimana dipahami oleh segenap umat Islam merupakan upaya memaknai Al Quran yang diperkuat dengan disiplin ilmu ilmu tertentu seperti bahasa, sejarah, dan susastra. Dari aspek bahasa ini, tafsir Al Quran dalam upaya pengayaan fakta tidak jarang telah terjadi kekeliruan makna (deviasi) dari makna asalnya. Padahal, hampir setiap hari, baik dalam forum forum formal maupun informal, tafsir senantiasa diproduksi.

ArtikelLainnya

Amanah Kepemimpin di Era Kebebasan Digital

12 Oktober 2022
0

Mazhab “Kepenak” KHA Musta’in Syafi’ie

10 September 2022
0

Biografi KHA Musta’in Syafiie (3)

22 Agustus 2022
0

Biografi KHA Musta’in Syafiie (2)

21 Agustus 2022
0
Load More

Mengisi Ruang Kosong Sejarah Penafsiran

Memahami sebuah kata adalah makna masih sulit diterima oleh kalangan sejarawan, karena sering berorientasi kepada penfasiran yang bersifat konservatif. Tidak ada fisik, maka tidak ada sejarah. Tafsir Al Quran dalam upaya pengayaan fakta sebenarnya dapat dipandang: kata sebagai sebuah fakta, meskipun kata itu hanya berbentuk lisan dan tidak tertulis.

Imajinasi kolektif yang dikurung di dalam ruang dan waktu tertentu akan menjadi sebuah novum baru atau fakta baru dalam sebuah penafsiran. Misal, seorang sarjana yang hendak membuat sebuah kamus bahasa lokal tertentu, jauh jauh dari Eropa, dia memungut satu per satu ujaran yang berlangsung dalam sebuah komunitas lokal tersebut. Barulah, setelah tersusun rapi ke dalam bentuk bentuk susunan tabel abjad beserta pengertian pengertian secukupnya baru bisa dikatakan sebagai langkah awal sebuah penafsiran. Padahal, sebelumnya belum ada satu pun teks teks yang menulis tentang kosakata bahasa lokal tersebut.

Hal inilah sebenarnya yang dapat mendorong perkembangan ilmu dan bahasa tafsir menjadi jauh lebih berkembang dengan tanpa keterlibatan teoretik yang njelimet. Langkah langkah awal penafsiran ini jarang terjadi. Kebanyakan, seorang mufasir sudah terdisiplin ke dalam sebuah kerangka berpikir: dirinya harus menafsir dengan segenap kemampuan dan perangkat perangkat yang sudah dimilikinya, baik berupaka ilmu ilmu bahasa, sejarah, maupun susastra. Padahal, secara faktual, dapat dibuat sebuah kamus besar yang dapat memetakan sekaligus mendokumentasikan pemaknaan kata oleh seorang mufasir dari zaman ke zaman sehingga dapat dilihat kebenaran faktanya sekaligus memotret deviasi deviasi yang terjadi. Dengan kata lain, tafsir Al Quran dalam upaya pengayaan fakta bagaimana pun bentuknya masih tetap diperlukan guna langkah langkah verifikatif penfasiran penafsiran berikutnya.

Tags: tafsir Al Quran dalam upaya pengayaan fakta
Previous Post

Kebahagiaan Maulid Nabi Dan Wujud Syukur Shiddiqiyyah Sebagai Bangsa Indonesia

SELANJUTNYA

Historiografi Nir-Sistematika Tasawuf

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

SELANJUTNYA

Historiografi Nir-Sistematika Tasawuf

Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In