• Latest
  • Trending

Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan

22 Oktober 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan

Aris Izzuddin Jurnalis Aris Izzuddin
22 Oktober 2022
in Berita Umum
Reading Time: 2 mins read
A A

Menjadi santri adalah pengalaman tersendiri. Tentu, santri di sini dalam kapasitas definitif yang akhir akhir ini menjadi salah satu identitas suatu kelompok masyarakat. Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, 1940-2009) menyebutnya sebagai “sub kultur”, bagian dari kultur besar masyarakat Indonesia. Pengertian kelompok ini memang terkesan “Jawa sentris” karena pada padanan kata serupa juga terdapat dalam kultur masyarakat Melayu dan Sunda seperti kata “Siak” yang sudah merakyat dan merata hidup dalam kultur besar. Santri dalam pengertian terakhir lebih ditarik garis benang merahnya oleh Clifford Geerzt (1926-2006) untuk polarisasi masyarakat Jawa di Mojokuto, Pare, Kediri. Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan adalah tema besar Hari Santri Nasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah pada setiap tanggal 22 Oktober. (Redaksi).

26 Tahun yang lalu, tepatnya Rabu 06 Juli 1997, saya mulai mesantren di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang, untuk menjalani hidup sebagai seorang santri.

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024
0

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023
0

Islam Mengajarkan Budaya Berpakaian dan Emas Kawin

1 November 2022
0

Presiden yang Memahami Keadilan dan Kemakmuran

28 Oktober 2022
0
Load More

Dalam administrasi pendaftaran, saya di tempatkan di Asrama Munzalan Mubaroka, sebuah asrama yang namanya diambil dari potongan Al Quran Surat Al Mukminun ayat 29. Munzalan Mubaroka sendiri mengandung arti tempat yang diberkahi.

Konsep asrama di pesantren ini meniadakan unsur kedaerahan, tingkatan kelas, atau unsur pembeda yang lain, semua melebur menjadi satu penduduk asrama yang campur baur. Berdaya menjaga martabat kemanusiaan ketika menemukan perbedaan perbedaan latar belakang.

Berasal dari sebuah desa ujung di pesisir timur kota Sidoarjo, saya bermain hanya sebatas teman satu desa. Tentu, fase fase awal menjadi santri begitu mengesankan bagi saya, karena mempunyai teman teman baru yang berasal dari hampir semua daerah di Indonesia.

Bahasa yang aneh dan unik terdengar setiap hari. Ada yang seperti orang marah. Ada yang halus tutur katanya. Ada pula yang lantang. Bahkan, ada pula bahasa yang penyampaiannya cepat plus sulit dipahami.

Kebiasaan kebiasaan unik yang sering mereka lakukan di rumah juga masih mereka bawa ke pesantren. Cerita cerita apapun tentang segala peristiwa atau keunggulan di daerah mereka, juga mereka sampaikan dengan sangat berkesan dan jenaka. Hal hal semacam ini kemudian terasa bahwa seakan akan saya sudah “mbolang” ke seluruh wilayah Indonesia.

Bersama mereka semua, saya bergaul dalam menyiapkan setoran hafalan, menyiapkan materi baca kitab, berorganisasi, berolahraga, jalan jalan, mencari hiburan, hingga makan dan tidur bersama sama. Bahkan, kehabisan uang saku pun secara bersama sama pula.

Ketika sudah keluar dari pesantren barulah saya sadar, bahwa terdapat pelajaran yang sangat berharga dari pesantren, yakni belajar berinteraksi dengan kawan kawan se-tanah air yang berbeda karakter, kebiasaan, bahasa, adat istiadat, sifat, dan lain sebagainya. Dan dari hasil interaksi tersebut kemudian, muncul sikap menghargai arti sebuah perbedaan.

Pengalaman di atas membuat saya menyimpulkan, bahwa, jika ingin belajar menghargai seseorang, belajar mengubur ego, belajar kebinnekaan, belajar arti perbedaan, maka, pesantrenlah tempatnya.

“Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL

22 OKTOBER 2022

Tags: Berdaya menjaga martabat kemanusiaan
Previous Post

Historiografi Nir-Sistematika Tasawuf

SELANJUTNYA

Zakat Sebagai Problem Solving Menghadapi Krisis

Aris Izzuddin

Aris Izzuddin

_Mangan seng bener,Ngucap seng bener, lan laku seng bener_ Dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

SELANJUTNYA

Zakat Sebagai Problem Solving Menghadapi Krisis

Presiden yang Memahami Keadilan dan Kemakmuran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In