• Latest
  • Trending

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

Muhammad Sakdillah Jurnalis Muhammad Sakdillah
6 Agustus 2022
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi “pendidikan Islam”. Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan perubahan perubahannya.

Lembaga Pendidikan yang Terbelakang?

ArtikelLainnya

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023
0

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023
0

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

19 September 2022
0

Tradisional di Sana, Modern di Sini

14 September 2022
0
Load More

Pada era awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, soal pendidikan ini menjadi pekerjaan yang belum selesai. Sehingga memerlukan Kementerian Budaya sendiri dan Kementerian Agama sendiri. Sehingga berimbas pada lembaga lembaga pendidikan, antara sekolah dan pesantren, bahkan ditambah lagi “madrasah” pada masa pendudukan Jepang.

Buya Uki Marzuki bersama kader penggerak pesantren Kabupaten Indramayu

Namun, sejalan sejarah, pesantren tidak mengalami penyurutan, bahkan kian bertambah tambah. Sementara sekolah terus mengalami kemunduran, karena tidak cukup efektif di dalam merespon perubahan. Terutama, budaya yang datang. Dari segi susastra, misalnya, sekolah tidak memunculkan banyak nama untuk sastrawan sastrawan nasional, sementara yang berlatar belakang pesantren tidak sedikit. Gejala ini dapat dilihat, ketika dunia penerbitan pernah didominasi oleh kalangan pesantren di Yogyakarta. Artinya, kalangan pesantren cukup responsif di dunia literasi yang baru belakangan ini saja mulai dikampanyekan oleh kalangan sekolah dan lembaga lembaga resmi pemerintah.

Lalu, dimanakah letak keterbelakangan pesantren seperti yang dituduhkan oleh Sutan Takdir Alisjahbana (STA) pada Polemik Kebudayaan yang lalu?

Target Budaya yang Tak Ada Selesainya

Pesantren tidak menargetkan satu bentuk resmi tentang budaya dan pendidikan di Indonesia. Ia mengalir, walaupun bentuk bentuk terus berdatangan ragamnya. Dan, karena elastisitasnya, pesantren membuka pintu lebar lebar bagi Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tidak jarang, pesantren lebih nyaman membuka diri kepada Kemendikbud daripada Kemenag yang jelas jelas membawahi bidang keagamaan. Artinya, sementara di level negara antara agama dan budaya belum selesai selesai (terbukti dengan kementerian yang terpisah), justeru pesantren dengan elastisitas dan keluwesannya mampu beradaptasi dan bekerjasama. Di pesantren pesantren sudah banyak yang mendirikan SD, SMP, SMA, SMK, bahkan menambah dengan lembaga lembaga kursus yang bersifat spesifik seperti bahasa, bengkel motor, dan seterusnya.

Dengan demikian, pesantren meskipun setiap hari mengamalkan kehidupan agama, tapi tidak mengidentifikasi diri sebagai lembaga agama. Justeru, pesantren lebih mengedepankan budaya dengan tolok ukur etika atau adab secara lebih spesifik. Dari adab itu, kemudian muncul satu geniusitas yang menjadi karakter. Dan, ketika karakter itu mulai dikampanyekan, bahan bahannya sudah ada di pesantren.

Karena keunikan ini, pesantren menjadi perhatian dan penelitian banyak kalangan sarjana dari dalam dan luar negeri, baik dari kalangan umat Islam sendiri maupun nonmuslim.

Tags: pesantren
Previous Post

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

SELANJUTNYA

Ibunyai Hj Farida binti KHM Yusuf Masyhar

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

SELANJUTNYA

Ibunyai Hj Farida binti KHM Yusuf Masyhar

Reaktualisasi Tradisi Surau di Ranah Minang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In