• Latest
  • Trending

Joko Tingkir Ngombe Dawet

18 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Joko Tingkir Ngombe Dawet

Bapak Leluhur Pesantren Pesantren di Jawa

Bagus Dilla Jurnalis Bagus Dilla
18 Agustus 2022
in Sejarah dan Sastra
Reading Time: 2 mins read
A A

Mungkin, kalimat yang lebih tepat adalah “Joko Tingkir Unjukan Dawet”. Jaka Tingkir minum Dawet. Apa yang salah?

Tidak ada yang salah. Dawet merupakan minuman asli khas Jawa. Ada Dawet Ayu Banjarnegara yang terkenal. Dan, hampir di setiap pelosok pulau Jawa mengenal minuman jenis ini.

Mengapa Dawet menjadi masalah hanya karena diminum oleh Jaka Tingkir yang dikenal sebagai Sultan “Kerajaan Pajang” Hadiwijaya di kemudian hari. Satu satunya raja atau sultan yang berkuasa di wilayah Pajang, karena penerusnya tidak mampu menandingi kebesaran nama Mataram. Adapun ceritanya pun masih simpang siur, karena masih ada keturunan keraton yang mengaku sebagai keturunan trah Sultan Hadiwijaya ini.

ArtikelLainnya

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023
0

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023
0

Masa Kegelapan Datang Diganti dengan Perang

15 November 2022
0

Sastra dan Pusat Peradaban di Nusantara

5 November 2022
0
Load More

Yang menjadi masalah, mungkin, karena Sultan Hadiwijaya mengakhiri hidupnya dengan hidup mandita sebagai ulama ahli tasawuf yang mendirikan sebuah pesantren di Tambakboyo, Lamongan. Di samping makamnya pun terdapat makam isterinya yang disebut oleh penduduk setempat dengan sebutan nama “Puteri Campa”. Artinya, kontroversi Jaka Tingkir bukan persoalan di zaman sekarang saja. Bahkan, sejak zaman Kolonial mulai menguasai keraton Surakarta, nama Jaka Tingkir memang tidak disukai dengan ragam cerita yang cenderung sumir.

Memang, Jaka Tingkir adalah murid Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga. Tak ada yang meragukan keulamaannya. Artinya, dia pandai di bidang ilmu agama dan tata keprajan (pemerintahan). Meskipun, di dalam kisah kisah Syekh Siti Jenar, ayahnya, Kebo Kenanga sering disebut murid dari Syekh Siti Jenar yang kontroversial versi kalangan muslim yang antitasawuf.

Ada banyak jenis makanan dan minuman yang populer di zaman sekarang seperti Dawet dan Gudeg dipandang makanan dan minuman kelas murahan yang dijual di pinggir pinggir jalan. Pada masanya, makanan dan minuman jenis Dawet dan Gudeg tersebut hanya disajikan bagi kalangan istana. Artinya, makanan dan minuman tersebut termasuk istimewa dan berkelas. Sama seperti zaman sekarang kalua ada orang yang makan roti dan minum susu. Sementara minum minuman keras yang mahal harganya belum tentu dipandang berkelas. Dengan kata lain, berkelas tidaknya jenis jenis makanan dan minuman tergantung tempat dan waktu penyajiannya.

Hampir semua pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur menisbatkan diri kepada Jaka Tingkir alias Sultan Hadiwijaya tersebut. Artinya, ia memang sosok yang dihormati. Pesantren Kajen, Pesantren Langitan, Pesantren Tebuireng, dan Pesantren Ploso menarik garis silsilah keturunan mereka kepada Jaka Tingkir ini. Di samping Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta tetap menghormati sosok ini. Begitu pula, Keraton Arosbaya di Bangkalan Madura.

Yang menjadi masalah sebenarnya, Jaka Tingkir adalah tokoh yang sudah terlanjur merakyat sehingga Ketika masuk ke dalam lirik lagu pun menjadi masalah.

Tags: Joko Tingkir Ngombe Dawet
Previous Post

Buruh Jombang Usul Libur Nasional Di Hari Berdirinya NKRI 18 Agustus

SELANJUTNYA

Keluarga Pak Salim

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

SELANJUTNYA

Keluarga Pak Salim

Beberapa Penerbit Tak Bayar Royalti Penulis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In