• Latest
  • Trending

Datangi Buya Said, Gus Nu’man Sampaikan Pesan Mbah Hasyim

3 Juni 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Datangi Buya Said, Gus Nu’man Sampaikan Pesan Mbah Hasyim

Redaksi Jurnalis Redaksi
3 Juni 2022
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A

Jakarta-Net26.id Mimpi bagi orang awam bisa dipandang sebagai bunga tidur, namun tidak bagi orang-orang sholeh. Orang-orang sholeh yang senantiasa terjaga batal dari wudhu (دوام الوضوء) akan dilindungi oleh cahaya malaikat dan koneksi langsung kepada Allah Taala. Orang-orang pesantren atau kaum santri pada umumnya percaya akan hal ini. Apalagi Allah Taala telah memastikan di dalam firmanNya surat Al Syams ayat 8;

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا

ArtikelLainnya

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023
0

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023
0

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

19 September 2022
0

Tradisional di Sana, Modern di Sini

14 September 2022
0
Load More

Artinya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Singkat kata, Allah Taala sak wayah-wayah bisa menjatuhkan “pesan-pesan rahasia” baik yang berisi kebaikan dan kebenaran maupun hal-hal buruk.

Kebenaran Mimpi

Di dalam ayat lain pada surat Yusuf ayat 4 disebutkan tentang kebenaran mimpi;

اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.

Dari ayat ini, hati orang-orang mukmin yakin dan percaya atas kebenaran mimpi asalkan didapat dengan cara yang benar. Kalau tidak dengan cara yang benar, maka akan didapat kefasikan-kefasikan saja seperti meramal akan sesuatu dengan tujuan maksiat.

KH Ahyat Chalimi

Dikisahkan, pada suatu hari, KH Ahyat Chalimi (1918-1991) Mojokerto sudah merasa jenuh berorganisasi dan berbisnis. Dia merasa sudah maksimal melakukan usaha-usaha lahir dan batin, namun belum mendapatkan kepuasan batin. Walhasil, dengan tekad yang kuat, akhirnya ia berangkat safar dengan berjalan kaki, ziarah ke makam-makam Wali Sanggha di tanah Jawa. Setelah berbilang hari dan bulan, tibalah Mbah Ahyat di Cirebon di makam Sunan Gunungjati.

Di makam Sunan Gunungjati itu, Mbah Ahyat bermimpi ditemui oleh Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari, gurunya-pendiri NU, seraya berpesan, “Yat, muliho, mulango! Mengko sekabehane mbok kekarepke bakal keturutan.” (Yat, pulang dan mengajarlah! Nanti semua yang kau harap-harapkan akan tercapai semua).

Dengan tanpa ragu lagi, Mbah Ahyat bergegas pulang ke Mojokerto dan mulai mendirikan pesantren. Tak berapa lama, pesantrennya pun ramai dan di kemudian hari Mbah Ahyat menjadi salah satu kiai yang disegani di NU. Dia pula yang pertama melontarkan gagasan Khittah NU 1926 pada Muktamar NU ke-23 di Solo tahun 1962.

Malam Jum’at Kliwon

Di dalam kitab-kitab kuning, kalangan santri juga sering menemukan tentang cerita-cerita yang dianggap mustahil karena tak kasat mata. Terutama, kalangan Wahabi-Salafi sangat tidak mempercayainya ketika seseorang dapat berjumpa ruh seseorang, baik di dalam mimpi atau terjaga (يقظة). Karena, mereka beranggapan tidak ada dalilnya.

Dari cerita-cerita orangtua, kaum santri biasanya percaya kalau malam keramat di Jawa Timur pada umumnya adalah Malam Jum’at Legi. Di Jawa Tengah adalah Malam Jum’at Wage, sementara di Jawa Barat dan Sumatera adalah Malam Jum’at Kliwon. Malam keramat ini dimaksudkan karena parawali Allah sedang berkumpul di suatu tempat yang sering berpindah-pindah lokasi. Orang-orang awam sering berpantang di malam-malam keramat itu. Mereka memperbanyak mujahadah dan berdoa.

Adalah KH Nu’man Bashori atau sering disapa Gus Nu’man, putera KH Bashori Alwi Murtadlo (1927-2020), pendiri Pondok Pesantren Tahfidh Ilmu Quran (PIQ), Dengkol, Singosari, Malang.

KH Bashori Alwi dikenal sebagai qari internasional, pendiri Jam’iyatul Qurra wal Huffadh (JQH) Nahdlatul Ulama, penggagas Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Pada tengah malam Jum’at Kliwon, 3/5/2022, Gus Nu’man sowan ke kediaman Buya Said (KH Said Aqil Siroj) di Ciganjur. Menurut sumber yang enggan disebut namanya, dengan tutur dan tindak tanduk santun dan tawadu, Gus Nu’man menyampaikan pesan yang dianggapnya sangat penting kepada Buya Said.

Setelah menghabiskan semangkuk bakso, Gus Nu’man mulai memberanikan diri, matur dengan bahasa Jawa, “Buya, saya mendapat mimpi didatangi oleh Mbah Hasyim (Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari), walaupun Buya ada di luar, tetaplah bantu NU!”

Mendengar tutur kata halus itu, Buya Said seperti tersambar petir di siang bolong, terkejut. “Saya bisa apa, Gus?!” tanyanya, tergagap dengan mata berkaca-kaca.

Untung makan malam telah usai, kalau tidak, mungkin Buya Said sudah tersedak.

Suasana menjadi hening.

Dengan lembut, kalem, Gus Nu’man melanjutkan kata-katanya, “Ibarat dokter, hanya Buya yang bisa mengobati.”

Buya Said tercengang sebentar. Dan, untuk menghilangkan rasa kikuknya, Buya Said kemudian mengalihkan pembicaraan pada hal-hal lucu.

Cirebon, 3 Mei 2022.

Tags: KH Said Aqil Siroj
Previous Post

Usai Lepas Status Lajang, Gus Kamid Bakal Mendedah Tafsir

SELANJUTNYA

Gus Kamid: Sudah Layak Diterbitkan UU Antipembodohan Umat

Redaksi

Redaksi

SELANJUTNYA

Gus Kamid: Sudah Layak Diterbitkan UU Antipembodohan Umat

Gus Kamid: Mengenal Tokoh-tokoh Peradaban Abad Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In