• Latest
  • Trending

Buya Said: Negara Islam Modern dan Budaya Nusantara

28 Mei 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Buya Said: Negara Islam Modern dan Budaya Nusantara

Muhammad Sakdillah Jurnalis Muhammad Sakdillah
28 Mei 2022
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A

Islam turun kepada Nabi Muhammad saw tidak menghapus kepercayaan lama. Dia tumbuh lalu kawin dengan budaya. Menjadi baru.

Kesesatan manusia apabila berhenti mengesakan Allah Taala.

ArtikelLainnya

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023
0

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023
0

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

19 September 2022
0

Tradisional di Sana, Modern di Sini

14 September 2022
0
Load More

Orang-orang yang tidak mengesakan Allah kemudian menuhankan diri sendiri dan melakukan pemberhalaan-pemberhalaan, maka dialah yang tersesat.

Bagaimanakah mengesakan Allah?

Paraulama sudah berijtihad untuk menetapkan huruf-huruf Hijaiyah sebagai abjad bahasa Arab. Padahal, pada bahasa-bahasa selain Arab ada beragam abjad, bahkan abjad bahasa China lebih kaya lagi. Lebih dari 5000 huruf. Memang, jumlah abjad setiap bahasa suku-bangsa berbeda-beda. Ada yang banyak dan ada pula yang sedikit.

Islam adalah ajaran tertua di muka Bumi. Namun, sering ditutup-tutupi oleh syariat (jalan) yang baru. Oleh karena itu, Islam selalu datang di saat syariat-syariat yang bersifat baru itu mulai kehilangan elan vitalnya di dalam mengemban amanah suci.

Sejak dari Nabi Adam as, Islam dihadirkan untuk menegakkan hukum-hukum kepatuhan ketika kedua puteranya, Qabil dan Habil, mendapat perintah kawin dan berqurban.

Pada masa Nabi Nuh as, ia diperintahkan untuk menyelematkan bumi dan manusia dari kepunahan dan ego menuhankan diri. قال ساوى إلى جبل يعصمنى من الماء; ia (putera Nuh as) berkata, “Aku bisa naik ke atas gunung untuk melindungi diriku dari air bah.”

Dan, ketika tanah air menjadi hal pokok bagi kehidupan manusia, Nabi Musa as diperintahkan untuk menyelematkan putera-putera Nabi Yakub as untuk hijrah dari Mesir menuju tanah yang telah dihadiahkan Allah Taala kepada mereka.

Demikian pula, ketika Nabi Isa as diberitakan akan menjadi raja di tanah anugerah itu, iapun mendapat fitnah dan cobaan. Sebagai penyelamat (Islam, Al Masih), ia mendapat hukuman dari raja manusia, Herodes.

Pada intinya, Islam adalah ajaran dan penyelamatan dari tindak penuhanan diri dan pemberhalaan-pemberhalaan.

Sekularisme di Negeri Santri

Buya Said (KH Said Aqil Siroj) menceritakan kalau Islam di bumi Nusantara adalah menyelamatkan manusia dari upaya-upaya menuhankan diri dan pemberhalaan-pemberhalaan. Salah satunya adalah dengan menghapus kasta.

Diceritakan olehnya, kalau sebelum Islam datang, umat manusia di kepulauan Nusantara tidak memiliki wewenang untuk mengesakan Allah Taala. Mereka dibiarkan bodoh, sementara pengetahuan langit hanya dikuasai dan diperuntukkan untuk paraelit saja. Manusia Jawa menuhankan diri dengan kata “ingsun” sebagai sebutan khusus pararaja.

Islam hadir, menurut Buya Said, untuk menyelematkan manusia Jawa dari belenggu kebodohan itu. Setiap manusia diwajibkan untuk belajar bahasa dan kitab suci, Al Quran. Sehingga tidak ada kasta yang lebih tinggi dalam mempelajari bahasa komunikasi kepada Tuhannya.

Pada perjalanan sejarahnya kemudian, Nusantara telah menjadi negeri parasantri. Kaum suku-bangsa yang bisa mengaji. Berkomunikasi kepada Allah Taala secara mandiri.

Namun, ujian keselamatan (Islam) itu kembali datang. Ketika manusia mulai mengenal gelar untuk menuhankan diri, menciptakan kasta-kasta dan berhala-berhala, kembali. Ilmu-ilmu khusus dipisah menjadi ilmu-ilmu agama dan umum. Ilmu dipisahkan secara liberal dan sekularitas. Manusia Nusantara kembali dijauhkan dari ilmu-ilmu khusus itu. Ilmu purba dalam mengenal Allah Taala menuju keselamatan dari ciptaan-ciptaan yang baru. Ada berhala-berhala baru yang dipuja, berupa uang dan teknologi.

Dengan demikian, negara Islam modern adalah negara keselamatan, bukan negara yang menuhankan diri dan memberhalakan banyak hal, terutama uang dan teknologi.

Cirebon 28 Mei 2022.

Tags: KH Said Aqil Siroj
Previous Post

Obituari: Buya Syafi’i, Sosok Kalem Pemersatu Bangsa

SELANJUTNYA

Ilmu Umum dan Ilmu Khusus, Sejauh Pengaruhnya

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

SELANJUTNYA

Ilmu Umum dan Ilmu Khusus, Sejauh Pengaruhnya

Buya Said: Pandangan Geopolitik Islam Nusantara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In