• Latest
  • Trending

Dokter Sunardi Ditembak Densus 88

11 Maret 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 19 Oktober 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Dokter Sunardi Ditembak Densus 88

Redaksi Jurnalis Redaksi
11 Maret 2022
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A

Ketangkasan Densus 88 dalam menyingkap tabir teroris perlu diacuhkan jempol. UU Terorisme No 5 Tahun 2018 mengamanahkan kepada pihak keamanan—Detasemen Khusus 88 Anti Teror—untuk menindak siapa pun, meski belum melakukan aksi teror atau meledakkan bom. Undang-undang tersebut membuat sistem operasi di lapangan semakin luas dan pencegahan terorisme semakin baik.

Satu persatu diurai dan “dijegal” langkahnya agar tidak memproduksi dan memperbanyak kaderisasi. Mereka ditangkap bukan untuk dimatikan tetapi untuk disadarkan, agar kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Dan, mereka—para ideolog dan umumnya kaum teroris—semakin hari semakin ciamik dalam mengambil peran. Mereka pun kerap mengelabui lapisan masyarakat di pedesaan hingga membius para politisi yang sibuk mencari kepentingan elektoral. Utamanya mereka yang sering menyebut pihak keamanan sebagai “Islamophobia”.

ArtikelLainnya

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023
0

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023
0

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

19 September 2022
0

Tradisional di Sana, Modern di Sini

14 September 2022
0
Load More

Lalu, bagaimana dengan “Dokter Sunardi” yang ditembak Densus 88? Sunardi melakukan perlawanan dengan menabrakkan mobilnya ke mobil polisi. Ketika diminta berhenti, dia malah mengendarai mobilnya secara zigzag hingga mengenai kendaraan yang melintas di jalan raya Bekonang-Sukoharjo. Mobil baru berhenti setelah menabrak rumah warga.

“Situasi yang dapat membahayakan jiwa petugas dan masyarakat sehingga petugas melakukan upaya paksa dengan melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan tersangka dan mengenai di daerah punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah,” ungkap pihak kepolisian.

Kenapa dia berusaha menghindari pihak polisi? Secara naluriah, seseorang jika merasa bersalah dia akan mencari segala macam cara agar terlepas dari jeratan. Tak terkecuali Sunardi. Kepolisian tidak mungkin menjadikannya sebagai target manakala dia tidak terlibat dalam jaringan terorisme.

Dan, faktanya, Sunardi merupakan seorang penasihat Amir Jamaah Islamiyah (JI) dan juga penanggung jawab Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI). HASI merupakan organisasi sayap Jamaah Islamiyah yang beroperasi besar di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar.

Netizen bertanya, dia kan belum melakukan tindakan teror? Ya, dia tidak mengangkat senjata dan melakukan aksi pengeboman. Mengapa? Karena, saat ini, Jamaah Islamiyah sudah mengubah strategi. Jika menggunakan kekerasan akan sangat merugikan kelompoknya dan banyak penangkapan, sehingga mereka memilih konsolidasi dan menunggu momentum yang tepat.

Makanya, kalau jalan-jalan ke rumah Sunardi, tempat dia membuka praktik, ada papan nama namun pasiennya yang datang ke rumah dokter Sunardi sedikit. Mengapa? Sunardi sudah mengerti peraturan organisasinya untuk berhati-hati saat membuka praktik. Tidak semua pasien bisa diterimanya. Apalagi saat ini, kecanggihan teknologi membuat seorang pasien untuk terlebih dahulu menghubungi sang dokter. Dengan begitu, Sunardi bisa berhati-hati dalam menerima pasien yang akan diobatinya. Dan, uang yang didapatkan, sebagian akan disumbangkan ke yayasan organisasinya.

Jamaah Islamiyah memang memiliki kecenderung membuat lembaga-lembaga humanitarian seperti BM-ABA, Syam Organizer, dan Hilal Ahmar Society Indonesia. Uang itu digunakan untuk mengirimkan bantuan kepada negara konflik. Dan, beberapa yayasan filantropi di Indonesia juga, bukan sayap Jamaah Islamiyah atau JAD-JAT tapi di negara-negara konflik mereka bertemu dalam membantu kelompok teroris. Di sini, memang kelemahan regulasi yang berkaitan dengan yayasan filantropi. Khususnya UU No 9 Tahun 1961 Tentang Pengumpulan Uang dan Barang.

Terkait regulasi tersebut, pemerintah seharusnya membuat peraturan daerah sebagai turunan dari perundang-undangan pengumpulan dana; Intensitas sosialisasi dan monitoring terhadap produk hukum berkenaan dengan filantropi; kewaspadaan, dan pembinaan terhadap tata kelola dan jaringan yayasan-yayasan sosial.

Dengan berbagai kelemahan yang masih ada, kelompok teroris pun menjadikannya sebagai keuntungan. Dari sisi profesi pun, mereka saat ini masuk ke semua lini. Jika kemarin seperti Ahmad Zain An-Najah berada dalam organisasi MUI, kini profesi dokter pun dinodai oleh oknum-oknum. Mereka akan terus melebur ke tengah elemen publik sembari bersenandung dengan segala jubah kesalihan dan tampilan fisik yang membuai orang-orang pintar di sekelilingnya.

Pertanyaan terakhir, apakah baru kali ini seorang teroris berprofesi dokter? Tidak. Sebelumnya juga yang berprofesi dokter ditangkap adalah AG (tahun 2021). Dia dokter di daerah Brondong, Lamongan. Saat itu berbarengan dengan DA yang ditangkap di Kabupaten Tuban. Begitu pula dengan AR (tahun 2020) yang ditangkap di Bekasi. Di mana AR selain seorang dokter, dia juga sebagai fasilitator ke Suriah yang terafiliasi jaringan kelompok teroris Koswara.

Masih ada lagi? Ada. Teroris berinisial NH (2018). Ia seorang dokter umum yang juga membuka praktik pengobatan bekam. Saat itu digrebek bersama SZ dan An di Bajang Blitar.

Hikmahnya, kita terus menomorsatukan kewaspadaan. Kamuflase yang dilakukan kelompok teroris selalu di luar nalar orang sekitarnya. Maka, sering kali tetangganya ketika dimintai keterangan selalu normatif karena itulah kehebatan membungkus seorang teroris.

Tags: Terorisme
Previous Post

Soekarno, Pendidikan, dan Perjumpaan Nasionalis-Religius

SELANJUTNYA

KHA Halim Mahfudz: Perang, Lowongan Kerja Baru

Redaksi

Redaksi

SELANJUTNYA

KHA Halim Mahfudz: Perang, Lowongan Kerja Baru

Rentang dan Cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In