• Latest
  • Trending

Tradisi Rebo Wekasan di Galesong, Takalar

23 September 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Tradisi Rebo Wekasan di Galesong, Takalar

Muhammad Rusmin Al Fajr Jurnalis Muhammad Rusmin Al Fajr
23 September 2022
in Budaya dan Agama
Reading Time: 2 mins read
A A

Menyebut kata Galesong, segera akan terkenang sesosok pahlawan gagah berani yang mendukung penuh Pangeran Trunajaya yang menghalau oligarki Belanda menyerbu Keraton Mataram. Saat itu, Sultan Amangkurat I atas dukungan VOC mulai naik tahta menggantikan ayahnya Sultan Agung Hanyokrokusumo. Dengan kekuatan penuh sultan sultan dan kiai kiai pesantren, perlawanan Pangeran Trunajaya berhasil mengusir Sang Sultan dari istana hingga wafat di tengah jalan.

Karaeng Galesong sang pahlawan. Menurut sebagian pendapat ia adalah putera Sultan Hasanuddin yang tidak menerima putusan ayahnya atas Perjanjian Bongaya. Terutama, setelah VOC mulai memindahkan kekuasaannya dari Maluku ke Batavia. Mulai dari Surabaya, Malang, Jombang, Madiun, Ngawi, hingga memasuki ibukota kerajaan Mataram. Kemenangan demi kemenangan, Pangeran Trunajaya memeroleh kemenangan. Tentu, kemenangan itu tidak semata atas kelemahan Sang Sultan, melainkan atas dukungan dan kekompakan sultan sultan yang berkuasa di sepanjang pantai utara Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, hingga Sulawesi dan kiai kiai pesantren. (Redaksi).

ArtikelLainnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
0

Mengapa Islam Menjadi Agama bagi Mayoritas Manusia di Nusantara?

19 November 2022
0

Metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari

7 Oktober 2022
0

Tipologi Pesantren (Bagian Tiga)

27 Agustus 2022
0
Load More

Takalar-jatim.net26.id – Tanpa terasa umat Islam saat ini telah memasuki dan menjelang akhir bulan yang kedua dalam kelender Islam yakni bulan Safar. Sebagian ulama dalam beberapa karyanya senantiasa menyandingkan kata Safar dengan kata “al khair” dengan menyebut shafar al khair (Safar yang baik) sebagai bentuk tafa’ul (berharap kebaikan dan optimis). Dalam berbagai kitab dan asrar Auliyaillah, disebutkan juga bahwa pada hari rabu terakhir di bulan Safar, Allah menurunkan 70.000 bala ke atas bumi ini.

Pada hari Rabu, 21 September 2022, bertempat di Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Zawiyah Tarekat Khalwatiyah Sammaniyah mengadakan kegiatan Riyadhah Spiritual Shafar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan berbagai kebaikan yang ada pada bulan Safar ini sekaligus sebagai ikhtiar batin untuk menolak bala yang turun di bumi.

Riyadhah Safar ini dipimpin langsung oleh Syekh Irsan Daeng Mangngerang Al Makasari. Acara dimulai dengan ritual mandi shafar di pantai Galesong, setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan doa dan zikir di masjid. Kegiatan Riyadah Safar di akhiri dengan menziarahi makam para Auliya dan Masyayekh yang ada di Kecamatan Galesong.

Tags: Amangkurat IKaraeng GalesongTrunojoyo
Previous Post

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

SELANJUTNYA

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (II)

Muhammad Rusmin Al Fajr

Muhammad Rusmin Al Fajr

Penulis adalah penggiat thariqah, tinggal di Sidrap Sulawesi Selatan

SELANJUTNYA

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (II)

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (III)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In