• Latest
  • Trending

Tipologi Pesantren (Bagian Dua)

26 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Tipologi Pesantren (Bagian Dua)

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
26 Agustus 2022
in Budaya dan Agama
Reading Time: 2 mins read
A A

Pesantren Modern

Modernisasi pendidikan dilakukan sejak Belanda melakukan politik etis dengan mendirikan sekolah-sekolah yang diperuntukkan bagi kalangan pribumi. Modernisasi pendidikan ini bertolak belakang dengan pola tradisional. Modernisasi pendidikan dan pengajaran menekankan pada akumulasi berbagai matapelajaran ke dalam rangkaian kurikulum yang tertib administrasi dan berkelas. Jadi, pendidikan ini terkonsentrasi pada pengetahuan kognitif seorang murid dari berbagai sumber disiplin ilmu. Datangnya ilmu pengetahuan dari berbagai arah dan sumber, sehingga kemandirian keilmuan tergantung pada kemampuan analisis kritis sang murid sendiri. Matapelajaran yang diajarkan pun meliputi pengetahuan umum nonkhusus. Pendidikan modern tidak menekankan kemampuan mental sebagaimana pendidikan tradisional. Dengan kata lain, pesantren modern bertindak objektif dengan mengabaikan peran peran subjektif yang biasa menjadi landasan pada pesantren pesantren tradisional.

Pesantren modern berbeda dengan pola tradisional yang masih tergantung pada sang guru karena sumbernya satu arah. Bimbingan bimbingan terus berlangsung, meskipun sang murid sudah tidak berada di tempat gurunya lagi. Menurut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), seorang kiai memiliki hierarki kekuasaan satu-satunya yang secara eksplisit diakui dalam lingkungan pesantren. Kekuasaan kiai absolut, sehingga santri seumur hidupnya akan senantiasa merasa terikat dengan kiainya.

ArtikelLainnya

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
0

Mengapa Islam Menjadi Agama bagi Mayoritas Manusia di Nusantara?

19 November 2022
0

Metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari

7 Oktober 2022
0

Tradisi Rebo Wekasan di Galesong, Takalar

23 September 2022
0
Load More

Sementara pendidikan modern melepas tanggung jawab kepada muridnya untuk mengembangkan pengetahuan yang telah didapat di sebuah lembaga pendidikan. Modernisasi pendidikan pesantren di Indonesia dipelopori oleh Pesantren Thawalib Padang Panjang, Al Irsyad, dan Pesantren Modern Gontor.

Di sini, akan dijelaskan perkembangan pendidikan modern di Pesantren Gontor, salah satu pesantren yang cukup dikenal di Indonesia.

Pola pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Modern Gontor sama sekali berbeda dengan pesantren pesantren tradisional di Jawa. Penekanan pada sistem klasikal dan bahasa (Arab dan Inggris) telah menempatkan unsur universalisme Islam lebih bersifat holistik (syumuliah). Kepatuhan terhadap satu mazhab hukum atau akidah tidak menjadi kewajiban. Hal ini ditujukan untuk memperkecil ruang perbedaan (ikhtilaf) yang biasa terdapat di dalam masyarakat bermazhab. Materi-materi pelajaran tidak mementingkan pola transmisi genealogi keilmuan melalui sanad. Sehingga corak pemahaman terhadap teks teks keagamaan cenderung lepas dari konteks kesejarahan. Aliran aliran di dalam konteks historisitas keilmuan tidak menjadi pegangan. Sebagaimana perbedaan perbedaan pendapat paraulama yang tertuang jelas di dalam khazanah kitab kitab klasik (kuning) kerap muncul. Meskipun, perbedaan pendapat tersebut biasa dapat pula menggunakan model nalar konklusi.

Sematan modern  pada Pondok Pesantren Modern Gontor tidak bisa dipandang sebagai konklusi dan konsensus pendapat secara referensial, melainkan berbentuk simplikasi. Modern lebih disikapi sebagai polarisasi keilmuan: agama dan alam. Menurut Abdullah Syukri Zarkasyi sebagaimana dikutip oleh Syamsuri, pesantren senantiasa kukuh dan istiqamah yaitu: pertama nilai nilai keislaman dan jiwa pendidikan yang terdapat di pesantren. Kedua, sistem asrama dengan disiplin tinggi, artinya dengan sistem asrama tercipta perpaduan tiga pusat pendidikan yaitu: pendidikan sekolah (formal), pendidikan keluarga (informal) dan pendidikan masyarakat (bukan formal). Ketiga, bahan bahan pengajaran yang menggabungkan antara ilmu agama dan ilmu alam.

Dengan demikian, untuk melihat corak intelektual yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Modern Gontor adalah pada aspek kemodernan yang cenderung bersifat kontemporer.

Tags: modernpesantrentradisional
Previous Post

Ada Hantu Bondong di Tempatku

SELANJUTNYA

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

Tipologi Pesantren (Bagian Tiga)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In