• Latest
  • Trending

KHA Musta’in Syafiie: Pensiun Dini di Usia 40

15 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

KHA Musta’in Syafiie: Pensiun Dini di Usia 40

Redaksi Jurnalis Redaksi
15 Agustus 2022
in Tafsir Genre KHA Musta'in Syafiie
Reading Time: 2 mins read
A A

Sebagian besar orang memandang Al Quran hanya berbicara sebatas pokok pokok akhirat saja, padahal dalam banyak hal justeru berbicara tentang hukum alam atau “Kauniyah”; diantaranya adalah siklus umur manusia.

Menurut KHA Musta’in Syafiie, orang ketika menginjak usia 40 tahun selayaknya sudah memikirkan pensiun dini. Artinya, obsesi sudah tidak untuk diri sendiri lagi, melainkan investasi yang bisa dititipkan kepada anak, keponakan, dan orang orang lain yang bisa dipercaya.

ArtikelLainnya

Tafsir Al Quran dalam Upaya Pengayaan Fakta

15 Oktober 2022
0

Amanah Kepemimpin di Era Kebebasan Digital

12 Oktober 2022
0

Mazhab “Kepenak” KHA Musta’in Syafi’ie

10 September 2022
0

Biografi KHA Musta’in Syafiie (3)

22 Agustus 2022
0
Load More

Batas Usia Profetik 

Namun, tidak jarang, justeru pada usia 40 tahun, orang orang semakin menggila dengan merasa terus kekurangan dan kekurangan demi kepuasan diri. Semakin serakah dalam menghabiskan tenaga dan pikiran. Maka, tidak heran, jika kemudian ada orang yang terjerumus ke dalam konspirasi jahat pada usia usia demikian.

Al Quran tidak mengajarkan demikian.

Rasulullah saw sebagai “Uswatun Hasanah” telah memberi contoh yang baik. Pada usia sebelum 25 tahun, Rasulullah saw sudah menjadi konglomerat sehingga mampu meminang janda kaya raya dari kalangan bangsawan terhormat. Tidak tanggung tanggung, pinangan itu dengan mas kawin yang sangat besar.

Pada siklus usia 40 tahun, Rasulullah saw sudah berpikir untuk orang lain dengan melakukan investasi sosial. Menanam kebaikan kebaikan dan menyampaikan Wahyu. Sehingga dana usaha yang diperoleh sedari muda difungsikan untuk investasi investasi sosial, terutama perjuangan agama.

Menelusuri Jalan Pulang 

Pada usia 40, sudah saatnya semua pekerjaan didelegasikan kepada yang lebih muda. Karena, kegesitan sudah mulai berkurang.

Tidak usah takut dan khawatir, semua cita cita tidak akan tercapai. Justru, dengan pendelegasian itu, cita cita akan dapat terwujud.

Namun, hal yang terpenting, ketika sudah berusia 40 tahun tersebut sudah mengerti jalan kembali pulang. Jangan sampai pada usia demikian, kenakalan orangtua menjadi perilaku yang sudah dianggap biasa. Ada batasnya. Kalau di usia demikian masih juga nakal, maka bagaimanakah dengan anak anaknya?

Sejarah kenabian juga tidak mengajarkan untuk meninggalkan gelanggang dunia. Memang, ketika belum turun Wahyu, Rasulullah saw juga melakukan kegiatan kegiatan asketik. Orang Jawa bilang “tirakat” di gua Hira. Tapi, itu dalam rangka “turning frequency”. Melengkapi diri dengan perangkat perangkat sinyal untuk menangkap pesan pesan langit.

Dengan demikian, pada usia 40 ini, seseorang seharusnya sudah memiliki perangkat perangkat sinyal ini. Semakin “mbeling”, tingkat error-nya semakin tinggi. Dengan kata lain, usia 40 dapat menjadi tolok ukur baik buruknya seseorang. Semoga bermanfaat!

Tags: Usia 40
Previous Post

Masa Lalu adalah Esensi

SELANJUTNYA

Luncurkan Buku, Bunga Setaman Siap Bersinergi

Redaksi

Redaksi

SELANJUTNYA

Luncurkan Buku, Bunga Setaman Siap Bersinergi

Modus Tiket Bodong di Terminal Pantura

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In