• Latest
  • Trending

Masa Lalu adalah Esensi

12 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Masa Lalu adalah Esensi

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
12 Agustus 2022
in Sejarah dan Sastra
Reading Time: 2 mins read
A A

Ada yang tidak suka masa lalu. Baginya, masa lalu sudah berlalu. Tidak perlu diingat lagi. Tataplah sekarang dan masa depan!

Tpi, tidak sedikit yang ingin mengulang masa lalu yang penuh romantisme. Baginya, masa lalu adalah keindahan. Ketika kemakmuran didapat. Bahkan, Bung Karno berkata, “Jangan sekali kali melupakan sejarah!” Banyak yang menafsirkan sejarah menurut Bung Karno ini adalah masa lalu. Tentang cerita dan asal usul.

ArtikelLainnya

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023
0

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023
0

Masa Kegelapan Datang Diganti dengan Perang

15 November 2022
0

Sastra dan Pusat Peradaban di Nusantara

5 November 2022
0
Load More

Tapi, sejarah bukanlah tentang masa lalu. Sejarah adalah dulu dan sekarang. Masa depan sejarah ditentukan sejak dari sekarang. Karena, manusia adalah makhluk sejarah.

Kesejarahan manusia menuntut tentang jatidiri. Dan, jatidiri bukan seperti pendapat anak anak muda yang sekadar ingin eksis di mata banyak orang.

Kesejarahan manusia adalah tentang “jati” dan “diri”. Siapakah si jati dan siapa pula sang diri? Untuk tahu dan mengenal jatidiri, seseorang sering kembali kepada masa lalu. Tempat pertama dia berasal.

Mengenal diri itu tidak mudah karena sering dirahasiakan. Tidak semua orang dapat dan mau menjelaskan. Keterangannya tidak mudah dipahami, meskipun berlembar lembar ayat suci dan kitab kitab peninggalan masa lalu. Seseorang harus mengalami sendiri dan mencari, “Dimanakah si jati dan sang diri berada?”

Sebagian tenggelam ke dalam rasa kesendirian. Menatap realitas adalah pada dirinya sendiri. Pada tubuh dan usianya yang kian menua. Pada perubahan perubahan yang tak dapat dihindari. Rambut memutih dan gigi geligi yang tak lengkap lagi. Tapi, diri juga tidak pula diketahui.

Sebagian lagi tetap dalam aktivitas aktivitas yang tak berhenti. Realitas adalah sang diri itu sendiri. Bagi mereka, tidak akan didapat sang diri apabila tidak melakukan aktivitas aktivitas. Dengan kata lain, aktivitas adalah sang diri.

Pada saatnya, harus tenggelam dan mematikan diri. Masa lalu itu memang tidak ada. Karena, sang diri bersifat abadi. Ia tidak dapat dijumpai hanya dalam pikiran pikiran yang masih terbayang bayang oleh nafsu. Oleh si jati. Si jati dan sang diri harus bertemu sehingga menemukan masa lalu, kini, dan akan datang sebagai sebuah keabadian. Hidup hanyalah mimpi.

Tags: masa lau
Previous Post

Pesantren dan Realitas Kekinian

SELANJUTNYA

KHA Musta’in Syafiie: Pensiun Dini di Usia 40

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

KHA Musta'in Syafiie: Pensiun Dini di Usia 40

Luncurkan Buku, Bunga Setaman Siap Bersinergi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In