• Latest
  • Trending

Pesantren dan Realitas Kekinian

12 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Pesantren dan Realitas Kekinian

Muhammad Sakdillah Jurnalis Muhammad Sakdillah
12 Agustus 2022
in UMKM
Reading Time: 2 mins read
A A

Pesantren merupakan sebuah konsep yang selalu menginspirasi. Ada banyak materi untuk dibahas, meskipun rutinitas yang berjalan seperti monoton dan itu itu saja.

Konsep Budaya

Kenapa pesantren mampu bertahan lama, bahkan bisa dikatakan sudah ada sejak sejarah awal manusia? Ketika pertama manusia menerima pengetahuan dari yang Maha Tahu.

ArtikelLainnya

Menikmati Sega Pincuk Pecel Madiun

4 September 2022
0

Lucunya Santri Sukses yang Tak Pernah Kenal Kantor Kuwu

9 Agustus 2022
0

Antara KH Amin Abdul Hamid, Makam, dan Kopi

3 Agustus 2022
0
Load More

Pesantren (“pesan” dan “tren”). Singkat kata, pesantren berarti “pesan yang selalu aktual”. Hangat untuk dibahas, didiskusikan, direka ulang, dan seterusnya. Maka, diperlukan pula suatu seminar atau halaqah, hiwar, pelatihan, workshop, dan seterusnya. Pesantren pada tahap ini merupakan upaya menangkap kesadaran. Karena, pembahasan, diskusi, serta pengajian tidak datang dari satu arah, melainkan multidimensi. Tema tema demikian sangat kaya di pesantren, terutama pada tradisi Bahtsul Masail (membahas beberapa persoalan).

Mencari dimensi budaya pada pesantren sebenarnya tidak sulit, karena berangkat dari hasrat pengetahuan manusia sejak dari Nabi Adam as. Karena, pengetahuan tersebut, manusia menjadi “makhluk berbudaya ‘.

Pesantren sangat menjunjung tinggi hasrat pengetahuan. Ada banyak ayat Al Quran dan hadis hadis Rasulullah saw yang menyebutkan tentang ilmu. Karena, ilmu, bagi orang orang pesantren, manusia lebih unggul daripada malaikat dan iblis.

Pesantren dari aspek sejarah merupakan pengembangan dari tradisi masjid. Karena, masjid merupakan pusat informasi, ekonomi, politik, sosial, maupun budaya secara umum. Perbedaan masjid dan pesantren adalah: jika masjid berfungsi sebagai sarana ibadah dan kegiatan kegiatan sosial, maka pesantren menghadirkan satu komunitas budaya dengan beragam kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

Pesantren, Yayasan, dan Lembaga Ekonomi

Dalam menatap realitas kekinian, tidak bisa hanya memandang pesantren an sich sebagai lembaga keagamaan. Karena, pesantren pada hakikatnya adalah konsep budaya. Pesantren memerlukan masyarakat dalam membentuk keberlangsungan rutinitas beribadah seperti sholat berjamaah, mengumpulkan zakat, dan memperingati hari hari besar. Sehingga setiap pesantren mempunyai ciri khas tertentu. Tidak ada pesantren tanpa adanya masyarakat yang membentuk budaya.

Guna ketertiban administrasi dalam membangun relasi ke berbagai institusi dan masyarakat, pesantren memerlukan sebuah lembaga terstruktur sebagaimana yayasan. Pesantren bisa saja tanpa ada struktur, tapi akan lebih terprogram jika diadakan lembaga atau yayasan.

Begitu pula, dalam bidang bidang usaha yang dibangun oleh orang orang pesantren guna perbaikan ekonomi masyarakat, pesantren dapat membangun sebuah perusahan atau bank. Pesantren memiliki peranan dalam meningkatkan produksi barang, mengatur modal, dan distribusi distribusi perekonomian. Tidak sedikit pesantren yang memiliki usaha usaha seperti pabrik kerupuk, pabrik tempe, pabrik rokok, industri batik, industri sarung, industri air mineral, dan sebagainya.

Tags: pesantren
Previous Post

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 03

SELANJUTNYA

Masa Lalu adalah Esensi

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

SELANJUTNYA

Masa Lalu adalah Esensi

KHA Musta'in Syafiie: Pensiun Dini di Usia 40

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In