• Latest
  • Trending

Cinta Islam Melebihi Cinta Allah (Dunia yang Tak Semakin Aman)

14 April 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Cinta Islam Melebihi Cinta Allah (Dunia yang Tak Semakin Aman)

Muhammad Sakdillah Jurnalis Muhammad Sakdillah
14 April 2022
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
246024572455

Bahwa mencintai Allah adalah dengan mencintai kemanusiaan. Dan, mencintai perlu menghadirkan hati untuk yang dicintai.

Indonesia dalam Pusaran Sejarah Ideologis

ArtikelLainnya

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023
0

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023
0

Terima Kasih Prof, Selamat Jalan Prof

19 September 2022
0

Tradisional di Sana, Modern di Sini

14 September 2022
0
Load More

Indonesia sudah saatnya melakukan deideologi sejarah. Khususnya, konflik yang ditimbulkan dari hasil konspirasi antara SI Merah yang dipimpin oleh Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet (1883-1942) dan SI Putih yang dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto (1882-1934).

Secara Ideologis, SI Merah yang belakangan melahirkan kelompok ekstrim kiri dan SI Putih melahirkan kelompok ektrim kanan. Ekstrim kiri melahirkan kelompok komunis dengan cita-cita negara komunis-militernya, sementara ekstrim kanan melahirkan kelompok Islamis dengan cita-cita negara agamis-militer. Kedua-duanya mengutamakan militer di atas supremasi sipil. Dan, kedua-duanya tidak baik.

Sementara ini, negara-negara komunis satu persatu rontok dan tidak laku dalam sejarah, sementara negara Islam yang dicita-citakan tidak pernah terwujud dalam sejarah umat Islam, terutama pascakenabian Muhammad Saw dan Al Khulafa Al Rasyidun.

Pada ranah sastra dan sejarah, wacana Islam dan Komunis terus berlanjut, selain pada ramah politik praktis.

Propaganda melalui sastra dan sejarah masih tampak hingga sekarang. Meskipun secara politik praktis Komunisme di Indonesia sudah dilarang, namun Islamisme masih terus berkembang. Di era informasi ini, Taufik Ismail (sastra Islamisme) masih menggelorakan wacana isu antikomunis. Dan, sebaliknya.

Pancasila sebagai Ideologi Kebangsaan

Kebangsaan atau nasionalisme telah menjadi bumerang baru bagi negara-negara Barat yang berpaham imperialisme (kekaisaran) internasional. Terutama, setelah Vladimir Putin berhasil melakukan operasi khusus terhadap Ukraina. Tujuan Putin ke Ukraina bukan untuk mengurangi nasionalisme Ukraina, melainkan Demiliterisasi dan Denaziisme yang dilancarkan oleh Pakta Militer NATO ke Timur.

Sebagai ideologi terbuka, Pancasila tidak lahir dari satu ajaran agama tertentu, tidak pula pada ideologi tertentu. Sebab, Pancasila adalah ideologi itu sendiri yang sudah disepakati oleh semua suku dan agama yang ada di Indonesia untuk dijadikan sebagai dasar berbangsa dan bernegara.

Sebagaimana Pútin yang didukung oleh Nasionalisme Kanan menghendaki negara Rusia yang berkeadilan. Tidak dalam bentuk tekanan dan interferensi imperialisme global Barat.

Indonesia memiliki dasar negara Pancasila yang juga sama memiliki nilai dasar “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Sudah saatnya Indonesia melampaui masa-masa ideologi secara lebih realistis, menerima Pancasila sebagai satu-satunya ideologi pemersatu. Tantangan sekarang dan mendatang adalah teknologi yang akan mengikis habis peran-peran ideologi. Sebagaimana diucapkan oleh Bung Karno, “Indonesia akan maju apabila sudah mampu menguasai teknologi nuklir dan langit (ruang angkasa)”. Kedaulatan nuklir dan langit harus mandiri dan terjaga, tidak dalam kontrol satelit hasil sewa.

Dengan demikian, cinta Allah akan terwujud apabila mencintai makhluk-makhluknya.

Cirebon, 14 April 2022.

Tags: ImperialismeKebangsaanPancasila
Previous Post

Welfare State or Welfare Nation?

SELANJUTNYA

Buya Said dan KH Amin Abdul Hamid Kenang Didi Kempot

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

SELANJUTNYA

Buya Said dan KH Amin Abdul Hamid Kenang Didi Kempot

KH Mustofa Acep: Putin dan Reinkarnasi Sejarah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In