• Latest
  • Trending

Kanjuruhan dan Raja Raja Jawa (I)

4 Oktober 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Kanjuruhan dan Raja Raja Jawa (I)

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
4 Oktober 2022
in Sejarah dan Sastra
Reading Time: 2 mins read
A A

Kerajaan Kanjuruhan dan Raja Raja Jawa memiliki sejarah yang unik. Dari satu sisi, Kanjuruhan dan Raja Raja Jawa terpisah secara genetik, namun di sisi yang lain memiliki ikatan sejarah yang panjang.

Keunikan Kanjuruhan dan Raja Raja Jawa adalah terletak pada kemunculan Kanjuruhan yang terpencil dan jauh secara geografis.

ArtikelLainnya

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023
0

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023
0

Masa Kegelapan Datang Diganti dengan Perang

15 November 2022
0

Sastra dan Pusat Peradaban di Nusantara

5 November 2022
0
Load More

Sebagian besar sejarawan Jawa menulis sejarah Jawa berangkat dari kitab Pararaton. Sebuah kitab yang tidak dikenal penulisnya. Kitab ini terdiri dari 32 halaman dengan bait 1126 baris. Dari kitab ini, secara keseluruhan menceritakan tentang Ken Arok, tokoh legendaris bagi “Wangsa Kerta” yang memiliki wewenang menjadi penguasa dengan status seorang Dewa atau Dewaraja. Kitab Pararaton ditengara, ditulis antara tahun 1481 dan selesai pada 1600 Masehi. Jadi, ditulis 200 tahun setelah masa Ken Arok (1222-1292 Masehi).

Lapisan Lapisan Sejarah Manusia di Kanjuruhan

Riwayat Majapahit sering disebutkan sebagai kelanjutan dari sejarah Sing-ha-sari. Sebuah kerajaan yang didirikan oleh Ken Arok. Oleh karena itu, silsilah raja raja Majapahit sering dinisbatkan kepada kerajaan Sing-ha-sari yang kemudian menjadi rujukan bagi penulisan Babad Tanah Jawi yang ditulis pada (1836 Masehi). Secara singkat digambarkan jika, raja raja yang berkuasa di pulau Jawa ditegaskan sebagai keturunan dari Ken Arok ini. Sehingga sesuai dengan namanya, Pararaton adalah kitab silsilah raja raja, seperti Sulalatus Salatin bagi Tambo Melayu (sejarah Melayu).

Kanjuruhan adalah biasa dinisbatkan kepada sebuah kerajaan yang berdiri di Kota Malang yang ditandai dengan berdirinya candi Dinoyo. Dari candi ini diketahui, Kanjuruhan berdiri sekitar pada abad ke-6 hingga ke-7 Masehi yang berusia sama tuanya dengan Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat. Lebih tua dari kerajaan Dieng yang berdiri pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Jadi, sungguh suatu keanehan, manakala Jawa Tengah belum mengenal peradaban besar dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebagai simbol, di Kanjuruhan sudah terlebih dahulu ada kehidupan yang ramai. Padahal, secara geografis, kerajaan kerajaan di Jawa Tengah semestinya jauh lebih dahulu lahir. Terlebih, selama ini, sejarah selalu berorientasi kepada Laut Utara yang menghubungkan peradaban China dan India.

Tak dapat dipungkiri, hal ini sedikit memberi asumsi terbalik tentang sejarah Indonesia. Ketika Laut Selatan menjadi bagian penting dari kejayaan masa lalu manusia Jawa.

Sejarah manusia Jawa sebelum mengenal agama agama besar merupakan bagian dari gelombang Melanesia. Secara umum suku bangsa Melanesia bercirikan dengan berkulit gelap, rambut keriting, struktur tulang yang besar dan kokoh, serta badan tegap dan terlihat atletis. Suku bangsa ini paling awal menjadi penghuni kepulauan Nusantara setelah masa kepunahan binatang dan manusia purba. Suku bangsa Melanesia banyak tersebar di Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, hingga Fiji. Keunggulan suku bangsa yang masuk ke dalam ras Melanesia ini adalah piawai di dalam mengarungi lautan.

Gelombang berikutnya adalah Austronesia yang tersebar di Taiwan, Filipina, Malaysia, Timor Leste, Indonesia, Brunei, Kepulauan Cocos, Madagaskar, Mikronesia, dan Polinesia. Gelombang Austrinesia ini meliputi pula suku bangsa Melayu Singapura, dan suku bangsa Polinesia di Selandia Baru, Hawaii, orang orang non-Papua di Melanesia. Suku bangsa yang masuk kategori Asutronesia ini  memiliki ciri kulit berwarna merah muda sampai coklat dengan rambut lurus, keriting, atau bergelombang.

Tags: Kanjuruhan dan Raja Raja Jawa
Previous Post

Lain Lubuk Lain Ikannya dalam Matur Kiai

SELANJUTNYA

Metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Metropolitan Caruban Nagari dan Tuban Nagari

NET26.id - Pelatihan Pelatih Tempat Kerja (AbA-IB) KADIN Jombang

KADIN, APINDO, HIPMI Kabupaten Jombang Gelar Pelatihan Vokasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In