• Latest
  • Trending

Yang Dibutuhkan adalah Konsistensi

29 Agustus 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Yang Dibutuhkan adalah Konsistensi

Behind What is

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
29 Agustus 2022
in Sejarah dan Sastra
Reading Time: 2 mins read
A A

Padamu Aku Belajar

Ada orang yang baru menyadari eksistensi dirinya setelah menjadi tua. Ada yang sejak dini sudah disadarkan pada ketuaannya. Ada yang juga sama sekali tidak menyadari sama sekali hingga akhir hayatnya.

Eksistensi seperti jatidiri. Seperti pertanyaan anak anak muda. Anak muda yang mencari eksistensi atau jatidirinya!

ArtikelLainnya

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023
0

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023
0

Masa Kegelapan Datang Diganti dengan Perang

15 November 2022
0

Sastra dan Pusat Peradaban di Nusantara

5 November 2022
0
Load More

Aneh memang kalau pertanyaan pertanyaan mencari eksistensi hanya ditujukan kepada anak anak muda semata. Sementara orang orang tua yang merasa sudah mapan, sudah banyak makan asam garam kegetiran dunia, merasa sudah mendapatkan eksistensi dan kesejatian hidup. Maka, kata kata bijak puisi kadang muncul ungkapan, “Jangan gunakan bahasa menggurui!”

Lalu, siapakah yang telah melarang menggurui itu? Bukankah setiap orang bisa menjadi guru meskipun ia masih anak kecil? Anak anak kecil yang merengek dan sakit misalnya telah mengajarkan orang orang tua untuk belajar baik dalam memperlakukan mereka. Ketika anak anak yang kekurangan sedang membutuhkan perhatian dan pujian. Orang orang tua juga belum sepenuhnya merasa lebih baik atau merasa lebih tahu dari anak anak mereka. Karena, mereka pun belajar pula dari kesalahan kesalahan dari anak anak mereka.

Setelah orang orang tua itu mengenal anak anak mereka. Mereka pun dituntut untuk mengenal banyak hal. Tentang istrinya. Tentang temannya. Tentang koleganya. Tentang diri dan Tuhannya. Tak pernah bisa berhenti dan akan berhenti.

Semua hal bisa menjadi guru. Memperbanyak tahu dari hal hal kecil. Mengenali objek yang tidak sekejap, melainkan membutuhkan proses untuk tahu. Meneliti satu hal bisa berbulan bulan, bahkan bertahun tahun untuk tahu.

Saat ini, orang orang sangat bangga dengan kemajuan teknologi. Dari ujung mana pun, dia akan dapat cepat tahu. Tentang berita berita di bumi atau di langit. Dapat dengan mudah dicari. Berkomunikasi dari satu ujung ke ujung yang lain. Di puncak gunung atau di tengah tengah lautan. Saling memberitakan dan memberi kabar kabar kabar baru. Tapi, tidak sedikit yang berpikir tentang hakikat kemudahan kemudahan teknologi itu. Dari balik peristiwa peristiwa yang diberitakan. Semua tetap tidak utuh. Tidak semua yang tersaji di internet menggambarkan keutuhan. Entah, namanya situasi apalagi ekspresi. Manusia tetap membutuhkan ketekunan untuk tahu pada satu hal.

Kebumen, 29 Agustus 2022.

Tags: eksistensi
Previous Post

Hidup Asep yang Ngairil

SELANJUTNYA

Hidup Asep yang Ngairil (Bagian Dua)

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Hidup Asep yang Ngairil (Bagian Dua)

Sekolah sebagai Problem Peninggalan Belanda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In