• Latest
  • Trending

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (IV)

1 Oktober 2022

Shiddiqiyyah Dhibra Gelar Buka Puasa Dan Santunan Anak Yatim Di Bulan Ramadan

21 Maret 2024

Tabir Misteri Peringatan Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 2023

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (V)

7 Maret 2023

Proyek Proyek Melatinkan Karya Karya Sastra di Indonesia

2 Maret 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam “Ruang Renung Rara”

28 Februari 2023

Dari Kata untuk Manusia dalam Ruang Rindu Rara

28 Februari 2023

Menerjemah Nilai Nilai Kemanusiaan August Strindberg di Indonesia

28 Januari 2023

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023

Mazhab Syafi’i: Dari Mekah, Baghdad, hingga ke Mesir

27 Desember 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
JATIM - Net26.id

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (IV)

Jatim Net26 Jurnalis Jatim Net26
1 Oktober 2022
in Berita Khusus
Reading Time: 2 mins read
A A

Setelah berbicara tentang Tauhidul Af’al (meng-Esa-kan) Allah dalam setiap gerak gerik dan perbuatan seorang hamba menurut Maulana Syekh Muhammad Nafis Al Banjari rahimahullah, maka kita sekarang mencoba mengulas Tauhidul Asma’ (meng-Esa-kan Allah dalam setiap nama). Hal ini sangat menarik, karena menurut Syekh Nafis semua nama yang ada di alam semesta ini; apakah itu nama manusia, malaikat, jin, hewan, tumbuhan, dan lain lain; semuanya pada hakikatnya merupakan perwujudan dari nama nama Allah. Inilah hakikat. Logikanya begini: setiap nama pasti ada yang dinamai (al musamma). Nah, setiap yang dinamai ini pasti memiliki wujudnya sendiri yang disebut oleh Syekh Nafis sebagai wujudul musamma. Setiap wujud makhluk pada hakikatnya adalah wujud nyata (mazhar) bagi Zat Allah.

Dalam hal ini, Syekh Nafis melansir dua teori tentang ilmu hakikat. Pertama, teori “memandang yang banyak sebagai Yang Satu” (syuhuudul katsrah fil wahdah); dan kedua, teori: “memandang Yang Satu di dalam yang banyak” (syuhuudul wahdah fil katsrah). Secara akademis, teori ini menarik dan penting untuk terus didiskusikan.

ArtikelLainnya

Puisi Puisi Hasyim Wahid

22 Maret 2023
0

100 Hari Wafat Remy Sylado

19 Maret 2023
0

Memanusiakan Teks Al Quran ke dalam Tafsir Aktual

10 Maret 2023
0

Pedas! Anggota IKAPETE yang Tak Mau Berjuang di Masyarakat, Diminta Berhenti!

23 Januari 2023
0
Load More

Dalam kitab Al Durrunnafis ini, Syekh Muhammad Nafis ada mengutip Syekh Abdullah Al Hijazi Al Mishri yang berpendapat bahwa:  “Apabila Allah telah menampakkan Zat-Nya pada seorang hamba melalui nama-Nya, maka sang hamba akan melihat bahwa seluruh alam semesta ini berubah menjadi mazhar Allah atau wujud nyata keberadaan Allah.”

Dalam hal memandang keberadaan Allah ini, Syekh Nafis mengutip ayat: fa-aynamaa tuwalluu fatsamma wajhullah; ke mana pun engkau arahkan wajahmu, hatimu, dan akalmu, maka yang engkau temui adalah Zat Allah.

Oleh karena itu, Syekh Nafis menganjurkan kepada kita agar senantiasa melatih diri untuk memandang dengan mata kepala dan mata hati akan keberadaan Zat Allah ini. Caranya, setiap nama kita kembalikan kepada Allah. Setiap nama tidak berdiri sendiri, karena ia berasal dari Allah jua. Semua nama yang ada pada makhluk disebut Syekh Nafis sebagai khayal alias tidak nyata adanya. Yang nyata hanya satu, Allah SWT. Wallahu A’lam Bisshawab.

Tags: Syekh Muhammad Nafis Al Banjari
Previous Post

Belajar Tauhid kepada Syekh Muhammad Nafis Al Banjari (III)

SELANJUTNYA

Lain Lubuk Lain Ikannya dalam Matur Kiai

Jatim Net26

Jatim Net26

SELANJUTNYA

Lain Lubuk Lain Ikannya dalam Matur Kiai

Kanjuruhan dan Raja Raja Jawa (I)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In